Jumat, 28 Agustus 2026

Bupati Muna Siapkan Skenario PSBB

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Jumat, 17 April 2020 | 17:09 WIB
LM Rusman Emba
LM Rusman Emba

-
Rusman Emba   RAHA - Jumlah warga Muna yang terdeteksi positif Corona Virus Disease (Covid-19) melalui metode rapid test terus bertambah.  Dari lima orang yang positif pada kelompok pertama yang dites di awal April, kini jumlahnya bertambah menjadi 18 orang setelah dilakukan tes beberapa kelompok prioritas lainnya. Kelompok pertama adalah kelompok prioritas yang ikut dalam kegiatan keagamaan di salah satu tempat ibadah di Kota Raha pada awal Maret 2020. Menyikapi hal itu, Bupati Muna LM Rusman Emba dan jajarannya langsung mengambil langkah-langkah untuk menghadapi kemungkinan terburuk jika salah satu di antara 18 orang ini benar-benar dinyatakan positif pada tes swab nasoorofaring (NOF), sebab hasil rapid test tersebut belum final, masih harus dipastikan melalui pemeriksaan gold standard yakni Real-Time PCR dari sampel swab NOF. "Jika hasil swab nasoofaringnya positif, maka kita telah menyiapkan skenario Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) agar virus ini tidak menyebar,"tegas Rusman. Ia mengungkapkan, kemarin (Selasa_red), tim gugus tugas Pemprov Sultra telah melakukan tes swab terhadap 18 orang warga Muna yang dinyatakan positif melalui rapid test. "hari ini (kemarin_red) tim gugus tugas dari provinsi melakukan tes swab, hasilnya akan dikirim ke Makassar,"kata mantan senator DPD RI ini. Terkait keputusan PSBB, saat ini Pemkab Muna tengah melakukan hitung-hitungan dan persiapan ketika kebijakan itu harus diberlakukan untuk membedung laju penyebaran wabah pandemi Covid-19 ini di wilayah Muna. "Semua kita sudah hitung-hitung ketika terjadi tindakan ekstrim PSBB, mulai dari tenaga medisnya, ruang isolasi kami siapkan di gedung rumah sakit yang baru dibangun, hingga pada ketersediaan pangan," bebernya. Hasil tes swab ini kata Rusman sudah bisa diketahui empat hari kemudian. "Kita menunggu hasil tes swab yang akan dikirim ke Makassar. Kemudian terkait PSBB ini juga harus mendapat izin dari pemerintah pusat," jelasnya. Sampai saat ini kata Rusman, masuknya virus Corona di Muna diduga kuat akibat interaksi dengan orang-orang dari luar daerah. "Sejauh ini pantauan kami, penyebarannya dari interaksi dengan orang luar. Sementara penyebaran dari orang ke orang di wilayah Muna untuk sementara belum kami temukan,"bebernya. Sebelumnya, juru bicara Covid-19 Kabupaten Muna, dr Ahmad Wahid,Sp.PD mengungkap bahwa kemungkinan sumber virus Corona di Muna salah satunya diduga dari klaster Bogor. Sementara lima orang positif kelompok prioritas pertama yang menjalani rapid tes terdiri dari satu orang dari kategori OTG (Orang Tanpa Gejala), dua orang dari kategori PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan dua orang dari kategori ODP (Orang Dalam Pengawasan). Kelima warga tersebut saat ini menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing pada di wilayah kerja Puskesmas Katobu dan Puskesmas Sugi Laende. Sementara kondisi PDP yang positif dikabarkan mulai membaik, sehingga diperkirakan tes swabnya akan negatif. (sra/idu)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Bawaslu Muna Rekomendasi PSU di 4 TPS, Ini Penyebabnya!

Minggu, 18 Februari 2024 | 20:12 WIB

Bawaslu Muna Tegaskan Hari Ini Seluruh APK Ditertibkan

Senin, 12 Februari 2024 | 16:18 WIB

Simulasi Pemilu di TPS Napabalano

Kamis, 1 Februari 2024 | 19:16 WIB

Bachrun Tunggu Restu Mendagri untuk Mutasi Pejabat

Kamis, 1 Februari 2024 | 19:10 WIB

Kuota Bedah Rumah di Sultra 3000 Unit

Kamis, 11 Januari 2024 | 11:10 WIB

Terpopuler

X