LAWORO - Kabupaten Muna Barat tahun ini terbanyak didatangi mahasiswa KKN UHO. Dari 1.521 jumlah mahasiswa yang KKN, Mubar mendapat 671 orang, ditambah pembimbing 92 orang, sisanya di Kabupaten Muna dan Kabupaten Konawe Kepulauan. Seluruh mahasiswa itu sudah tiba di Mubar sejak Sabtu (3/2). Mereka berada di Mubar hingga 4 Maret 2018 mendatang.
Para mahasiswa di antar langsung Rektor UHO Prof Dr Muhammad Zamrun, bersama mantan Rektor UHO Prof Usman Rianse, Dandim 1416 Muna Letkol Inf Idris Hasan, Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga. Mereka disambut Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada, Wakil Bupati Mubar, Achmad Lamani, Sekda Mubar, LM Husein Tali, pimpinan SKPD, camat dan kepala desa se-Muna Barat.
Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Muhammad Zamrun komitmen akan membangun pendidikan unggulan khusus wilayah pesisir di Mubar. Menurutnya, daerah pesisir adalah wilayah strategis yang kaya akan sumber daya alam dan itu bisa dimanfaatkan jika disentuh oleh orang-orang yang memiliki pendidikan di bidang tersebut.
“Saya akan membangun pendidikan unggulan khusus wilayah pesisir dan kelautan, tanpa mengabaikan daerah lain. Wilayah pesisir Mubar masih sangat membutuhkan sentuhan dunia pendidikan,” kata Zamrun dalam sambutannya saat penerimaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di rumah kediaman Bupati Mubar, Sabtu (3/2).
Sebagai putra daerah asal Muna Barat, ia berpesan kepada seluruh mahasiswa KKN di Mubar untuk membantu pemerintah daerah sesuai dengan disiplin ilmu yang telah didapatkan di kampus agar pembangunan Mubar bisa sejajar dengan daerah lain.
"Saya tak henti-hentinya menitip pesan kepada adik-adik sekecil apapun institusi kita, berbuatlah yang bisa membuat institusi kita bagus. Kalau bukan kita siapa lagi. Jadi adik-adik mahasiswa jagalah nama baik UHO dimanapun kita berada. Karena seribu kebaikan akan hapus satu kesalahan. Makannya kita dilarang jangan pernah kita berbuat salah. Karena yang selalu dilihat adalah kejelekan. Makanya adik-adik mahasiswa saya pesan satu, jaga nama baik UHO, "pinta Zamrun.
Zamrun juga menyampaikan bahwa Mubar adalah miniatur Indonesia karena terdapat berbagai macam suku, diantaranya Muna, Jawa, Sunda, Bali, Bugis, Makassar, Bima, dan Buton. Karena itu, ia berpesan agar para mahasiswa KKN memberikan yang terbaik kepada masyarakat Mubar.
"Masyarakat Mubar sangat kompleks, saya kira dibandingkan dengan Kabupaten lain NKRI ada di Mubar. Ikut apa yg menjadi adat istiadat yang ada di Mubar paling tidak menyesuaikan jangan merusak tatanan yang ada. Yang perlu perbaiki yang masih kurang,"ujarnya.
Di tempat yang sama, Bupati Mubar LM Rajiun Tumada mengucapkan terimakasih kepada UHO yang telah mendukung percepatan pembangunan di Mubar, khususnya di bidang pendidikan. Diharapkan dengan adanya peserta KKN di Mubar dapat memberikan kontribusi di tengah masyarakat, khususnya pemerintah desa.
“Saya berharap kepada seluruh mahasiswa KKN, khususnya jurusan akuntasi membantu kepala desa dalam urusan administrasi selama berada di Mubar. Karena kita tidak pungkiri kemampuan para kades masih minim dalam urusan administrasi,” terangnya. (p1/b/aji)