Jumat, 28 Agustus 2026

Rusman Ajak Pendukung Berdamai

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Selasa, 21 Juni 2016 | 09:59 WIB
Rusman Emba
Rusman Emba

*Anggap PSU Jilid II Berjalan Sesuai Mekanisme

REPORTER: NERCENG ERLY EDITOR: ISLAHUDDIN

RAHA - Proses panjang Pilkada Muna sejak 9 Desember 2015 hingga dua kali melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) bisa berakhir setelah pasangan Rusman Emba-Malik Ditu (Rumah Kita) memenangkan PSU jilid II pada dua TPS masing-masing Kelurahan Raha I dan Kelurahan Wamponiki dengan selisih 20 suara, Minggu (19/6). Meski sempat diwarnai perdebatan terkait hak pilih, namun PSU jilid II terlaksana dengan baik dan lancar.

“Saya kira teman-teman sudah melihat hasilnya. Meskipun prosesnya cukup panjang hingga sempat ada perdebatan terkait hak pilih, namun alhamdulillah Komisioner KPU RI yang menormalkan semua," ucap Rusman Emba saat konferensi Pers usai merayakan kemenanganya dengan melakukan konvoi keliling Kota Raha, Minggu (19/6) malam.

Rusman menilai, pelaksanaan PSU jilid II sudah berjalan sesuai mekanisme dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Meski demikian, gugatan yang akan dilakukan tim Dokter Pilihanku, dianggap hal tersebut merupakan hal yang wajar dan dibenarkan dalam konstitusi.

“Saya kira itu sah-sah saja mekanisme gugat menggugat itu dibenarkan dalam konstitusi kita. Apakah pasangan nomor tiga akan menggugat atau bagaimana, namun saya pikir pelaksanaan PSU sudah berjalan aman, tenang dan demokratis. Disaksikan oleh kita semua, Bawaslu juga ada, kepolisian juga ada, TNI juga. Semua menjalankan tugasnya dengan baik. Terkait hasilnya kita menang 23 suara di TPS 4 Wamponiki dan kalah 3 suara di Raha I. Namun kita masih mempunyai saldo suara 13 sehingga jumlah kemenangan kita ada 33 suara," ucapnya.

Dia menuturkan, apa yang menjadi alasan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk dilakukanya PSU jilid II tidak terbukti. Kata dia, apa yang menjadi dasar putusan MK di mana terdapat nama-nama yang tidak memiliki hak untuk memilih ternyata tidak benar.

“Kita bisa melihat fakta-fakta di mana hampir semua daftar wajib pilih yang diputus MK yang tidak memiliki data kependudukan ternyata hari ini memilih. Saya kira ada penyampaian informasi yang salah. Apalagi dua lurah yang menyampaikan informasi kini sedang dalam penanganan pihak kepolisian," ucapnya.

Mantan anggota DPD RI ini menilai, kemenanganya dalam PSU jilid II merupakan bentuk kecerdasan masyarakat Muna dalam memilih pemimpin mereka ke depan, yang mampu menjalankan visi misi dengan baik. Dia meminta para pendukung kedua kubu untuk tetap menjaga kondusifitas.

"Khusus relawan baik dari nomor 1 maupun relawan dari nomor 3 mari kita jaga kondusifitas. Saya kira bulan puasa ini bulan yang penuh hikma. Di sini kita dilatih kesabaran. Saya kira proses demokrasi ini membuat kita semakin matang dalam berdemokrasi karena bagaimanapun juga perhelatan politik ini pasti ada pemenang dan itu bukan kita yang menentukan tetapi tuhan yang ada di atas sana,” tutupnya. (rs)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Bawaslu Muna Rekomendasi PSU di 4 TPS, Ini Penyebabnya!

Minggu, 18 Februari 2024 | 20:12 WIB

Bawaslu Muna Tegaskan Hari Ini Seluruh APK Ditertibkan

Senin, 12 Februari 2024 | 16:18 WIB

Simulasi Pemilu di TPS Napabalano

Kamis, 1 Februari 2024 | 19:16 WIB

Bachrun Tunggu Restu Mendagri untuk Mutasi Pejabat

Kamis, 1 Februari 2024 | 19:10 WIB

Kuota Bedah Rumah di Sultra 3000 Unit

Kamis, 11 Januari 2024 | 11:10 WIB
X