“Kita tidak harus memulai semuanya dari nol. Yang diperlukan adalah memperkuat dan mengintegrasikan sistem yang sudah ada sehingga seluruh unsur dapat bekerja bersama secara konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, Helen berharap disertasinya dapat memberikan kontribusi tidak hanya bagi pengembangan keilmuan manajemen, tetapi juga menjadi salah satu referensi dalam penyusunan kebijakan dan penguatan manajemen penanggulangan bencana di daerah.
Baginya, keberhasilan menyelesaikan studi doktoral dalam 2 tahun 2 hari dengan IPK 4,00, predikat Cumlaude, dua publikasi Scopus Q2 dan sebuah buku bukan sekadar pencapaian pribadi.
“Gelar doktor membawa tanggung jawab yang lebih besar. Saya ingin hasil dari perjalanan akademik ini kembali kepada daerah dan masyarakat. Harapan saya, ilmu yang saya peroleh dapat memberikan kontribusi nyata bagi Sulawesi Tenggara, khususnya dalam membangun penanggulangan bencana yang semakin strategis, kolaboratif dan berkelanjutan,” pungkas Helen.