metropolis

Ekonomi Sultra Tumbuh 6,23 Persen, BPS: Konsumsi dan Investasi Jadi Penggerak Utama

Efendy
Rabu, 6 Mei 2026 | 09:51 WIB
Kepala BPS Sultra Hadi Susanto

Kendari, rakyatsultra.id — Perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara pada triwulan I tahun 2026 mencatat pertumbuhan positif sebesar 6,23 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian ini menunjukkan kinerja ekonomi daerah yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara, Hadi Susanto, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut didorong oleh hampir seluruh lapangan usaha, dengan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi yang tertinggi. “Pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor akomodasi dan makan minum yang mencapai 20,14 persen, diikuti sektor konstruksi sebesar 15,27 persen, serta jasa keuangan sebesar 12,07 persen,” ujar Hadi dalam rilis resmi, Selasa (5/5).

Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Tenggara atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2026 mencapai Rp52,55 triliun. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 16,95 persen.

Hadi mengungkapkan, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi daerah dengan kontribusi sebesar 47,14 persen terhadap PDRB. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga.

Selain itu, struktur ekonomi Sultra masih didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 23,34 persen. Disusul sektor pertambangan dan penggalian sebesar 20,12 persen serta perdagangan sebesar 13,04 persen. “Peran sektor pertanian masih sangat dominan dalam struktur ekonomi Sultra, meskipun pertumbuhannya relatif moderat,” tambahnya.

Namun demikian, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter), ekonomi Sultra mengalami kontraksi sebesar 6,20 persen. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh turunnya aktivitas konstruksi dan konsumsi pemerintah.

Menurut Hadi, kontraksi tersebut merupakan fenomena musiman yang lazim terjadi pada awal tahun, seiring belum optimalnya realisasi belanja pemerintah dan investasi proyek. “Kontraksi pada triwulan I ini lebih bersifat siklus tahunan. Biasanya aktivitas ekonomi akan kembali meningkat pada triwulan berikutnya,” jelasnya.

BPS Sultra optimistis kinerja ekonomi daerah akan terus membaik seiring meningkatnya aktivitas investasi, konsumsi masyarakat, serta penguatan sektor-sektor unggulan. 

Tags

Terkini