Kendari, rakyatsultra.id - Gubernur Sultra Andi Sumangerukka memimpin langsung apel gabungan perdana pasca lebaran Idulfitri di lapangan kantor Gubernur Sultra, Senin (30/3/2026). Selain apel pagi, suasana terasa berbeda dan hangat karena pegawai saling berjabat tangan
Gubernur Andi Sumangerukka, berdiri di hadapan jajaran aparatur sipil negara dengan sapaan hangat yang mencerminkan suasana penuh keakraban. Pesannya sederhana namun kuat: bekerja optimal di tengah efisiensi.
Ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk meninjau kembali setiap kegiatan yang dilaksanakan, memastikan setiap langkah didasarkan pada pertimbangan matang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program yang dirancang harus benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Gubernur.
Di tengah itu, tantangan global turut menjadi perhatian. Ketegangan geopolitik dunia yang berdampak pada distribusi energi dan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi pengingat bahwa dinamika global dapat berimbas hingga ke daerah. Dalam konteks ini, Gubernur menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk mendukung kebijakan penghematan energi.
Langkah ke depan pun mulai disiapkan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara tengah mempertimbangkan penerapan kebijakan work from home (WFH) sebagai bagian dari strategi adaptif. Namun demikian, implementasinya masih menunggu surat edaran resmi sebagai dasar pelaksanaan.
“Pemerintah mengharapkan penerapan WFH dapat berkontribusi dalam mengurangi penggunaan BBM,” tambah Gubernur.
Meski demikian, Gubernur tetap menekankan agar aparatur sipil negara menjaga tanggung jawab dan kinerja, meskipun bekerja dari rumah.
Berkaitan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2026, Gubernur menginstruksikan agar pelaksanaannya tetap mengedepankan asas manfaat bagi masyarakat serta disesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran.
Ia juga menegaskan di tengah efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap berkomitmen memfokuskan pemanfaatan anggaran pada upaya memutus mata rantai kemiskinan, membangun infrastruktur jalan guna menggerakkan perekonomian masyarakat, serta mendorong sektor pendidikan sebagai investasi bagi masa depan bangsa, tanpa mengabaikan sektor kesehatan sebagai fondasi utama kehidupan.
“Saya pastikan anggaran yang ada digunakan untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Gubernur
Apel gabungan ini pada akhirnya bukan sekadar rutinitas pasca libur panjang. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang refleksi bagi birokrasi untuk tetap lincah, responsif, dan berdaya guna di tengah keterbatasan. Sebab, di era efisiensi, yang dibutuhkan bukan hanya kerja keras, tetapi juga ketepatan arah dan kebijaksanaan dalam bertindak.