Kepulauan 1
Berita untuk bawahan kepulauan
Tampak kawasan Petoaha-Bungkutoko yang sudah tertata dengan rapi. Foto: PUPR
KENDARI - Kota Kendari terus berbenah. Dibawah pemerintahan H. Sulkarnain Kadir SE ME wajah Kota Kendari mulai tertata rapi. Ini terlihat usai penataan kawasan kumuh Petoaha-Bungkutoko yang dinilai berhasil pada 2020. Bahkan dinobatkan sebagai Kawasan Wisata Water Front City.
Penataan kawasan kumuh Kota Lulo pun berlanjut. Kini giliran Lapulu-Puday yang bakal dikerja melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Program ini berkat kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dan Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sultra, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.
Anggaran yang diberikan pun terbilang lebih besar dibanding sebelumnya. Jika Petoaha-Bungkutoko keciprat Rp 46 miliar, Lapulu-Puday kebagian Rp 56 miliar untuk melakukan penataan kawasan kurang lebih seluas 14,7 hektare.
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengungkapkan, Kota Kendari merupakan satu-satunya kota se Indonesia yang kembali mendapat kepercayaan dalam penataan kumuh skala kawasan.
"Penataan kawasan kumuh Bungkutoko dan Petoaha dianggap sukses, sehingga kita dapat lagi tahun ini Lapulu-Puday dengan anggaran lebih besar, yang lalu hanya Rp42 miliar, ini Rp 56 miliar dan satu-satunya se Indonesia yang dapat," ungkap Wali Kota kepada wartawan Harian Rakyat Sultra saat dimintai keterangan baru-baru ini.
Orang nomor satu di Kota Kendari ini optimis perwajahan Lapulu-Puday akan berubah total seperti perwajahan Petoaha-Bungkutoko yang sudah tertata rapi. Bahkan menjadi magnet baru warga metro untuk menikmati wahana ruang terbuka hijau yang disajikan.
"Kawasan Lapulu sampai ke pelabuhan samudera itu nanti berubah total seperti berubahnya Bungkutoko. Jadi Lapulu yang menghadap ke teluk rapi nanti. Rumah-rumah yang ada di bibir teluk ditarik naik dan yang tidak punya tanah kita masukkan ke Rusunawa. Jadi ada alternatif, masyarakat merasa tidak digusur," terang Wali Kota.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari, Cornelius Padang menambahkan, penataan kawasan kumuh merupakan salah satu misi Pemkot Kendari sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Kendari tahun 2017-2022 yaitu "Menata Wajah Kota Kendari dan Pembangunan Infrastruktur". Pengerjaannya pun akan dimulai tahun ini, mengingat kontrak pengerjaan telah berjalan.
"Nanti akan ada peletakan batu pertama secara seremonial Pak Wali. Kami menunggu info dari Balai
Balai Prasarana Pemukiman Wilayah," terangnya saat dimintai keterangan wartawan Harian Rakyat Sultra, Sabtu (23/10/2021).
Mantan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Kota Kendari ini membeberkan, penataan kumuh skala kawasan Lapulu-Puday masuk dalam segmen 4 dari 4 segmen yang masuk dalam master plan penataan kawasan kumuh Pemkot Kendari.
"Konsepnya kurang lebih sama dengan Kawasan Kumuh Segmen I Petoaha-Bungkutoko yang sudah ditata tahun 2020 lalu sebagai kawasan wisata Water Front City. Di mana, kawasan Kumuh segmen 4 Lapulu-Puday ini akan ditata pula menjadi kawasan wisata Water Font City, namun dengan cakupan dan penataan yang lebih luas kurang lebih 14,7 hektar dan biaya yang lebih besar yaitu senilai kurang lebih Rp 52 miliar," terang Cornelius.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan memastikan pihaknya telah melakukan penanganan bagi masyarakat yang terdampak penataan kawasan kumuh ini.
"Warga masyarakat terdampak program yang bermukim disekitar pesisir pantai Lapulu sebanyak kurang lebih 38 KK telah kami lakukan proses penanganan dampak sosial berupa pemberian bantuan biaya hidup, biaya pindah dan sewa rumah sehingga proses pelaksanaan kegiatan diharapkan tidak mengalami kendala," cetusnya kepada wartawan.
Ia berharap, program penataan kawasan kumuh Lapulu-Puday tuntas Juni tahun depan sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai destinasi wisata bahari baru kebanggaan masyarakat Kota Kendari. "Dan sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar dengan membuka usaha kuliner," tutup Cornelius.
Dilansir dari antaranews.com, Koordinator Program Kotaku Kota Kendari, Langkarisu menyebutkan, kawasan kumuh di Kendari tersebar di 53 kelurahan dan luas seluruhnya 397 hektare.
Sejak beberapa tahun program Kotaku dilaksanakan di Kota Kendari, ternyata sudah berhasil mengurangi kawasan kumuh seluas 168 hektare, sehingga kawasan kumuh di Kota Kendari saat ini masih ada sekitar 229 hektare. (r6/b/aji)