metropolis

Pemkot Prioritaskan Perbaikan RTLH 2022 Bagi Warga yang Belum Tertampung Tahun Ini

Jumat, 3 September 2021 | 06:22 WIB
  Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari, Cornelius Padang saat mengunjungi salah satu calon penerima manfaat RTLH. Foto: Herdy/Rakyat Sultra.   KENDARI - Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari, Cornelius Padang angkat bicara terkait salah seorang warga Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu Kota Kendari, bernama Arjun yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari tahun ini. Meskipun, lokasi RTLH telah disurvei dan dipasangi papan penerima bantuan bedah rumah. Cornelius mengungkapkan, dalam pelaksanaanya, terlebih dahulu pihaknya memang melakukan survei kelayakan terhadap rumah-rumah warga yang akan dilakukan perbaikan. Tentunya berdasarkan usulan Lurah setempat dan harus memenuhi syarat yang telah ditentukan. "Syarat utamanya yakni warga tersebut penghasilannya dibawah UMP (Upah Minimum Provinsi), tanah yang digunakan milik sendiri dan statusnya di tinggali. Nah, kasus pak Arjun ini, sebenarnya masuk disemua kategori, artinya dia memang juga berpenghasilan di bawah UMP, dia juga punya lahan (tanah sendiri, red), cuman memang belum ditinggali. Mungkin karena dia tidak mampu sehinga masih dalam kondisi pondasi, selama ini dia tinggal bersama orang tua. Artinya tidak ditinggali rumah itu," terangnya, Kamis (2/9/2021) saat meninjau langsung lokasi didampingi Camat Kambu dan Lurah Anduonohu. Cornelius mengakui, usulan yang masuk sebagai penerima bantuan itu kurang lebih 50 RTLH setelah sebelumnya pihaknya melakukan survei lapangan. Namun, anggaran yang tersedia hanya mampu membantu 22 RTLH saja berdasarkan porsi anggaran yang tersedia, sehingga pihaknya melakukan seleksi lanjutan. Alhasil 22 RTLH ini betul-betul memenuhi syarat dan menjadi prioritas utama. Namun disisi lain, pihaknya memastikan 28 sisanya, termasuk lokasi milik pak Arjun bakal menjadi prioritas penerima bantuan RTLH di tahun depan. Mengigat, bantuan ini bersumber dari APBD yang tidak mampu menampung seluruhnya. Ia pun memastikan bantuan rehab RTLH menjadi program tahunan Pemkot Kendari dalam mewujudkan visi misi yang sudah dicanangkan. "Tapi sebenarnya pak Arjun ini sudah saya koordinasikan dengan pak Wali, kita masukkan sebagai prioritas utama di tahun depan untuk dapat bantuan. Mungkin dia kecewa, wajar, tetapi kita punya keterbatasan (anggaran, red). Anggaran yang tersedia hanya (untuk, red) 22 RTLH. Sebenarnya kasus seperti ini bukan satu-satunya, banyak, ada juga di Tobuha begitu, ada juga di Rahandouna, ada salah satu yang syarat yang tidak terpenuhi," ungkapnya lagi. Sementara itu, saat ditanya terkait plang yang telah terpasang di lokasi RTLH milik pak Arjun. Cornelius mengaku terjadi mis komunikasi antara pihaknya dan Kodim 1417/Kendari. Sejatinya, plang yang terpasang merupakan plang hasil survei tahap awal dan bukan bersifat final. Pasalnya, dalam pelaksanaan bedah RTLH tahun ini, Pemkot Kendari berkolaborasi dengan pihak TNI dalam hal ini Kodim 1417/Kendari dalam program TMMD. "Karena ini program nasional, apalagi ada surat dari Panglima TNI sudah bekerjasama secara nasional dengan Kemendagri bahwa Pemda harus memberikan dukungan terhadap program TMMD ini. Makanya pak Wali komitmen mendukung, apalagi mereka (Kodim Kendari) menyiapkan tenaga. Alokasi anggaran yang kita peruntukkan Rp 20 juta (per rumah) itu untuk pembelian bahan," cetus Cornelius. Atas kejadian ini, sebagai pewakilan Pemerintah Kota Kendari, dirinya meminta maaf ke warga yang rumahnya sudah disurvei, namun belum terdaftar sebagai penerima bantuan. Direncanakan rehab RTLH ini berlangsung 9 September dalam jangka waktu selama 30 hari yang akan dikerjakan oleh personel dari Kodim 1417/Kendari. (r6/b/aji)

Tags

Terkini