metropolis

SKO Minim Peminat, Kuota Cabor Unggulan Belum Terpenuhi

Minggu, 20 Juni 2021 | 09:26 WIB
  Ali Imran.   KENDARI - Siapa yang tak kenal dengan Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Sulawesi Tenggara (Sultra). Sejak diresmikan 1 April 2017 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat itu, SKO mengemban misi melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang menjadi kebanggaan daerah dan negara. Kiprah siswanya pun patut diperhitungkan. Sekolah ini mendidik siswa dalam lima cabang olahraga (cabor) unggulan Sultra, sebut saja Dayung, Pencak Silat, Sepak Takraw, Atletik dan juga Karate. Hebatnya, sejumlah siswanya telah menorehkan prestasi tingkat nasional bahkan internasional. Termasuk keterlibatan siswa SKO dalam berbagai kejuaraan, seperti Porprov dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua pada Oktober 2021 nanti. Dibawah kepemimpinan Kepala SKO, Drs Ali Imram MPd, sekolah ini harus bekerja keras mencari bibit-bibit atlet muda bumi anoa. Pasalnya, jika tahun-tahun sebelumnya dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), SKO turun ke daerah-daerah menyeleksi langsung calon peserta didik, di tahun ini malah sebaliknya. SKO hanya membuka pendaftaran dan membuka seleksi di sekolah. Kepada awak media, Ali Imran menjelaskan, baru tahun ini pihaknya tidak melakukan seleksi (penerimaan siswa baru, red), ke daerah-daerah karena minimnya suntikan dana dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, akibat pandemi Covid-19. "Tahun ini kita tidak ke daerah-daerah melakukan seleksi. Akibat Corona, SKO tidak lagi diberikan anggaran untuk ke daerah-daerah menyeleksi anak-anak yang punya prestasi unggulan. Contohnya, tahun lalu saya ke Wakatobi, Buton, Pasarwajo, Baubau, Muna, Muna Barat dan Kolaka, itu untuk menyeleksi secara langsung anak-anak yang potensi punya bakat istimewa dalam berolahraga, tapi tidak punya biaya kesini (ke SKO), makanya kita datangi ke daerahnya masing-masing untuk mendapatkan calon bakal bibit atlet yang bagus. Tapi tahun ini saya hanya menerima di sekolah ini, sehingga tidak maksimal," ungkapnya, Jumat (18/6/2021). Jika tahun sebelumnya, peminat SKO bisa mencapai kurang lebih 200 orang pendaftar, tahun ini malah tidak sampai 80 orang. Pedahal kuota SKO setiap tahunnya menerima 70 orang yang tersebar di lima cabor. Akibatnya, salah satu cabor unggulan seperti Dayung masih belum memenuhi kuota. Jika dirinci, 70 orang siswa ini terbagi di cabor Dayung 16 orang, Atletik, Sepak takraw dan Pencak Silat masing-masing 14 orang dan cabor Karate 12 orang. "Sebelumnya kira-kira 200 san (pendaftar, red). Kami pilih yang terbaik. Baru-baru ini kurang 8 siswa karena Dayung belum mendapatkan anak-anak yang bagus, pedahal itu primadona, karena mereka ini anak-anak kurang mampu adanya di daerah pesisir pulau-pulau, mereka tidak punya kemampuan financial untuk datang kesini mendaftar sehingga mereka tidak kesini," bebernya. Ali mengaku, biaya operasional dari pemerintah provinsi yang diberikan setiap tahun untuk melakukan seleksi ke daerah kurang lebih Rp 60 juta. Seleksi ini pun diikuti seluruh pelatih dan juga melibatkan dua doktor olahraga dari Universitas Halu Oleo (UHO). Artinya, SKO betul-betul mencari bibit-bibit atlet muda untuk digembleng menjadi atlet berprestasi. "Biaya operasional kurang lebih Rp 60 juta untuk ke kabupaten kota menyeleksi anak-anak yang punya potensi bakat istimewa olahraga. Berangkat ke daerah kami didampingi dosen dari UHO, doktor olahraga. Semua pelatih ikut dan manajemen dari SKO itu turun langsung menyeleksi di daerah yang diawali dengan pemberian informasi kepada Dikbud kabupaten kota bahwa tanggal sekian kami ada di Baubau, tanggal sekian kami ada di Raha, jadi mereka ngumpul ketika kami datang dan mereka sudah siap untuk di tes, karena tahun ini ada Corona, jadi tidak maksimal," terangnya. Ali berharap, keadaan ini bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah dan menjadi perhatian ke depan. "Untuk menutup kuota ini saya akan rapat dengan pelatih, nanti kita usahakan mendatangi anak-anak ini, harus turun kalau kita harapkan mereka ke Kendari sudah tidak datang-datang karena butuh biaya. Kami berharap ini bisa menjadi perhatian pemda," pinta Ali. Berikut prestasi yang ditorehkan siswa-siswa SKO baru-baru ini, Juara 2 Dayung Single Scull Kejurnas di Provinsi Jambi, Juara 1, 2 dan 3 Karate pada event SBY CUP 2021 secata Virtual. Kemudian, juara 3 pada ajang Triathlon Series di Kendari dan juara 1 Ergometer dan Double Scull di Porprov. SKO sendiri dibangun menggunakan dana APBN dan APBD. Pembangunan fisiknya sebesar Rp 37 miliar berasal dari APBN dan dana penyiapan lahan menggunakan APBD Sultra sebesar Rp 6,5 miliar. (r6/b/aji)

Tags

Terkini