Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder IndonesiaIndonesia (ALFI) Sultra, Abraham Untung (kaos putih berkera) bersama pengurus ALFI lainnya. Foto: Herdy/ Rakyat Sultra.
KENDARI - DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta kenaikan tarif pembersihan dan tarif pembersihan kontainer agar dikaji ulang oleh pihak pelayaran.
Pasalnya, kenaikan ini disebut akan berdampak kepada masyarakat atau custumer pengguna layanan. Terlebih lagi, kebijakan ini dikeluarkan tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu kepada para Jasa Pengurusan Transportasi (JPT).
Diketahui, kenaikan tarif pembersihan dan tarif pembersihan kontainer sebesar Rp 200 ribu untuk kontainer ukuran 20 feet dan Rp 400 ribu untuk kontainer ukuran 40 feet.
Kepada media, Ketua DPW ALFI Sultra, Abraham Untung mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut tentunya memberatkan para JPT dan akan berdampak kepada custumer atau masyarakat yang menggunakan jasa, seperti kenaikan tambahan biaya operasional.
"Kebijakan ini akan diberlakukan 2 Juni mendatang dengan tidak diuraikan alasan kenaikan tarif tersebut. Sebelumnya, untuk tarif pembersihan dan tarif pemeliharaan kontainer ukuran 20 feet seharga Rp 50 ribu, kini menjadi Rp 200 ribu, sedangkan kontainer ukuran 40 feet sebelumnya Rp 100 ribu menjadi Rp 400 ribu," terang Abraham, Kamis (27/5/2021) di Sekretariat ALFI Sultra.
Abraham mengaku, adanya kenaikan harga ini, tentunya pada JPT akan menaikan tambahan biaya operasional kepada custumer atau masyarakat pengguna jasa.
"Ini akan kita hearingkan di DPRD," cetusnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW ALFI Sultra, Yanti Eko mengaku kaget dengan adanya surat edaran kenaikan tarif tersebut. Seharusnya, kata dia, disituasi pandemi saat ini, harusnya kenaikan tarif pembersihan dan pemeliharaan kontainer tidak dilakukan.
"Kami meminta kepada seluruh perusahaan pelayaran untuk meninjau ulang kebijakan tersebut," harapnya.
Diketahui, perusahaan pelayaran yang menaikkan tarif pembersihan dan pemeliharaan kontainer seperti PT Salam Pacific Indonesia, PT Meratus, PT Temas Shipping , PT Samas dan PT Tanto Intim Line. (r6/b/aji)