metropolis

Jalan Masuk Terminal Peti Kemas Bermasalah, ALFI Berharap Diperbaiki

Senin, 15 Juni 2020 | 19:35 WIB
Salah satu mobil pengangkut peti kemas tertanam di jalan masuk terminal pelabuhan peti kemas.       KENDARI - Kendaraan pengangkut peti kemas yang berisi logistik sering mengalami kendala teknis akibat kondisi jalanan masuk Terminal Peti Kemas Kendari Newport.   Melihat kondisi ini, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengharapkan ada perbaikan jalan agar pengangkutan logistik dapat berjalan baik serta kondisi kendaraan tidak cepat mengalami kerusakan.   Wakil Ketua DPW ALFI Sultra, Abd. Rahim mengungkapkan, sebagai pemakai Jasa Perusahaan Transportasi (JPT) pihaknya menginginkan ada fasilitas yang memadai pada akses jalan. Para JPT sering mengeluhkan rusak suku cadang (spare part) mobil akibat jalan yang kurang bagus sementara biaya perbaikannya ditambah pemasukan sedikit dalam kondisi saat ini.   "Kita ingin ada perbaikan dan tanggapan dari instansi terkait serta bantuan dari pemerintah, karena hal ini merupakan kepentingan umum bukan kepentingan pribadi. ALFI juga meminta agar jalur keluar kota baik jalan poros Kendari, Konawe, Kolaka dan jalan alternatif agar segera mendapat perhatian serius oleh pihak terkait, agar distribusi logistik di Sultra tetap lancar," ungkapnya.   Ia mengatakan, sejak beroperasinya Terminal Petikemas Kendari Newport sekitar Mei 2019 sampai sekarang belum ada perbaikan jalanan. Kondisi ini diperparah saat musim hujan seperti ini banyak mobil-mobil yang rusak. Rata-rata para pengusaha dan supir mengeluh karena kesulitan melaksanakan operasional.     Kondisi jalan masuk terminal peti kemas Kendari   "Ada 22 JPT resmi yang tergabung dalam AFLI, kami berharap kondisi ini jangan ditunda lama dan harus diperbaiki secepatnya. Jika hal ini dibiarkan terus menerus jalanan akan semakin rusak, karena yang kita angkut ini adalah peti kemas yang berisi logistik dengan bobot 20ft 22 ton sampai 40ft 30 ton. Sementara kondisi jalananya parah seperti ini dengan angkutan yang berat begitu dikhawatirkan terjadi insiden. Untuk itu kami ingin ada tanggapan dari Pelindo maupun pemerintah untuk perbaikan akses jalan," harapnya.   Sementara itu salah seorang sopir truk pengangkut peti kemas, Idul mengatakan, karena kapasitas jalan seperti ini mobil gampang rusak, dimana gandengannya cepat aus serta pernya dan piringan dudukannya cepat kalah.   "Jika kondisi hujan mobil sering tertanam, kalau terjadi biasanya kita saling membantu atar sesama sopir. Jika itu terjadi biasanya kita tarik, karena akses jalan ini sering kita lalui sehingga siapapun yang tersendat kita bantu," ujarnya.   Solihin yang telah berkerja selama 20 tahun sebagai sopir pengangkut peti kemas mengeluhkan hal yang sama. "Kami sebagai sopir berharap jalanan ini bisa segera diperbaiki, karena kami kesulitan membawa muatan dengan kondisi jalanan seperti ini, dan mobil sering bermasalah," harapnya. (cr5/b/aji)

Tags

Terkini