Personil Brimob dan prajurit Yonif 725/Woroagi membagi-bagikan paket sembako bagi Abang Becak di Kendari Beach. Foto: Herdy/Rakyat Sultra
KENDARI - Sinergitas yang terjalin baik antara Korps Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) bersama Bataliyon Infanteri (Yonif) 725/Woroagi rupanya membawa kebahagian bagi ratusan abang tukang becak di Kota Kendari.
Bagaimana tidak, ditengah imbauan pemerintah untuk melaksanakan social distancing dan physical distancing, memaksa mereka tetap tinggal di rumah dan mengurangi aktivitas kerja di luar. Kondisi inilah yang memanggil Brimob-Yonif 725 untuk membagi-bagikan ratusan sembako ditengah pandemi virus mematikan Covid-19.
Kepada sejumlah awak media, Sabtu (16/5), Dansat Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Adarma Sinaga didampingi Danyonif 725/Wrg Mayor Inf Muhammad Amin mengatakan, bantuan sembako merupakan bantuk kepedulian Polri bersama TNI dalam membantu warga terdampak Covid--19 atau virus Corona.
"Ini aksi sosial bagi masyarakat bersama rekan-rekan dari Yonif 725/Woroagi. Sebanyak 200 paket sembako yang kami diberikan. Ditiga titik sasaran yakni Kendari Beach, Lorong Edelwis (Jalan Bunga Kamboja) dan Pasar Andonohu," terang Dansat Brimob.
Diakhir wawancara Dansat berharap masyarakat tetap mematuhi imbauan pemerintah menerapkan social distancing dan physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.
"Mari bersama-sama mendengarkan imbauan pemerintah. Tetap semangat dan berdoa semoga virus ini cepat berlalu," pungkas Dansat.
Untuk diketahui, belum lama ini tepatnya, Minggu 10 Mei, Brimob Polda Sultra telah menyalurkan bantuan sembako bagi buruh angkut pelabuhan di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Abeli.
Sementara itu, salah satu abang becak, Suratman, berterima kasih sekaligus mengapresiasi bantuan sembako yang diberikan bagi ratusan tukang becak. Pasalnya, kata dia, semenjak munculnya Covid-19 omset pemasukan menurun jika dibandingkan hari-hari sebelum muncul Covid.
"Terima kasih Brimob. Ini membantu kita masyarakat kecil," ungkapnya sembari tersenyum gembira.
Dia mengaku, selama pandemi Covid-19, penghasilan mengayuh becak menurun drastis, akibat kurangnya penumpang. "Semoga ada lagi bantuan selanjutnya," tutup Suratman. (r6/b/aji)