Mohammad Edy Mahmud
KENDARI- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara menyebut, jumlah penumpang angkutan udara di Sultra pada Maret 2020 mengalami penurunan drastis.
BPS Sultra mencatat penumpang domestik bulan Maret 2020 sebanyak 109.747 orang atau turun 21,25 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 139.357 orang.
Kepala BPS Sultra, Moh. Edy Mahmud mengungkapkan, data penurunan jumlah penumpang angkutan udara bulan Maret ini, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Maret 2019) yakni sebesar 13,35 persen atau 126.650 orang.
Penurunan jumlah penumpang juga terjadi pada angkutan laut dalam negeri. Pada Maret 2020 BPS mencatat hanya sebanyak 272.699 orang atau mengalami penurunan sebanyak 9,79 persen dibanding Fenruari 2020 yang tercatat sebanyak 302.301 orang.
"Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 33,40 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Maret 2019) yang tercatat sebanyak 409.484 orang," ujarnya saat dihubungi melalui telepon selularnya, Selasa (12/5/2020).
Dia menjelaskan, secara kumulatif, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Januari hingga Maret 2020 tercatat sebanyak 382.883 orang atau naik 5,45 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Januari-Maret 2019) yang tercatat sebanyak 363.103 orang.
"Sedangkan jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri tahun 2020 (Januari-Maret 2020) tercatat sebanyak 866.178 orang atau turun 30,90 persen dibandingkan Januari sampai Maret 2019 yang tercatat sebanyak 1.253.485 orang," ucapnya.
Dia mengatakan, jumlah barang yang diangkut dengan angkutan udara (barang/peti kemas) pada Maret 2020 tercatat sebanyak 906 ton atau mengalami penurunan sebesar 16,88 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1.090 ton dan mengalami penurunan sebesar 23,61 persen jika dibandingkan dengan Maret 2019 yang tercatat sebanyak 1.186 ton.
"Adapun jumlah barang yang diangkut dengan angkutan laut (barang/peti kemas) pada Maret 2020 tercatat sebanyak 2.014.845 ton atau naik sebesar 14,64 persen persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 1.867.341 ton," imbuhnya.
Dia menuturkan, jumlah barang yang diangkut dengan angkutan udara (barang/bagasi/paket) sepanjang Januari hingga Maret 2020 tercatat sebanyak 3.150 ton atau turun 13,91 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Januari-Maret 2019) yang tercatat sebanyak 3.659 ton.
Dia menambahkan, jumlah barang
yang diangkut dengan angkutan laut (barang/peti kemas) tahun 2020 (Januari-Maret 2020) tercatat sebanyak 5.769.170 ton atau turun sebesar 50,63 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Januari-Maret 2019) yang tercatat sebanyak 11.686.014 ton.
"Dari Januari 2018 sampai dengan Maret 2020 jumlah penumpang pesawat tertinggi terjadi pada Juli 2018 sebanyak 190,04 ribu orang. Sedangkan jumlah penumpang kapal tertinggi pada periode yang sama (Januari 2018–Maret 2020) terjadi pada bulan November 2019 sebanyak 819,92 ribu orang," pungkasnya. (r5/b/aji)