Arif Wibawa. Foto: Suprianto/Rakyat Sultra
KENDARI - Perkembangan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), selama Triwulan I Tahun 2020 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) secara umum menunjukkan grafik penurunan di beberapa sektor, baik dalam realisasi penerimaan negara maupun realisasi belanja.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Sultra, Arif Wibawa saat ditemui di kantornya, Senin (20/4/2020) menjelaskan, pendapatan negara yang bersumber dari pendapatan dalam negeri (penerimaan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak) pada triwulan I Tahun 2020 di Sultra mencapai Rp479,97 miliar atau mengalami penurunan sebesar 6% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 yang mencapai Rp510,75 miliar.
Sementara itu, penerimaan perpajakan yang terdiri dari Pajak dan Bea Cukai pada triwulan I 2020 mencapai Rp404,02 miliar atau lebih rendah 7% dibandingkan tahun 2019 yaitu sebesar Rp433,59 miliar. Namun demikian pendapatan dari Pajak mengalami peningkatan sebesar 14% pada triwulan I 2020 yang mencapai Rp354,11 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang mencapai Rp309,57 miliar.
"Sedangkan pendapatan dari Bea dan Cukai mencapai Rp49.91 miliar atau mengalami penurunan sebesar hampir 60% dibandingkan triwulan I tahun 2019 yang mencapai Rp124,03 miliar," ujarnya.
Dia menuturkan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mengalami penurunan walaupun tidak terlalu besar, dimana pada triwulan I 2020 PNBP mencapai Rp75,95 miliar atau menurun sekitar 2% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang mencapai Rp77,15 miliar.
Sementara itu, kata dia, untuk realisasi belanja Kementerian/Lembaga pada Triwulan I 2020 mencapai Rp846,95 miliar atau sekitar 11,53% dari total pagu Rp7,35 triliun. Realisasi pada triwulan I 2020 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019, dimana pada triwulan I 2019 realisasi mencapai 12,70% dari total pagu Rp7,66 triliun.
Dia melanjutkan, untuk DAK Fisik dan Dana Desa lingkup Sultra, sampai dengan Triwulan I tahun 2020 telah disalurkan DAK Fisik sebesar Rp7,82 miliar atau 0,32% dari alokasi sebesar Rp2,44 triliun. Sedangkan Dana Desa telah disalurkan sebesar Rp131,33 miliar atau 7,94% dari alokasi sebesar Rp1,65 triliun.
"Dana Desa pada Triwulan I tahun 2020 telah disalurkan kepada 364 Desa di 9 Kabupaten Lingkup Sultra," ucapnya.
Dia menambahkan, perekonomian global diproyeksikan mengalami resesi di tahun 2020 ini sebagai dampak dari eskalasi Covid-19. Kondisi resesi perekonomian dunia tersebut diprediksi akan berdampak terhadap perekonomian nasional, yang dapat dilihat dari beberapa indikator ekonomi makro nasional sampai dengan Maret 2020, antar lain inflasi pada bulan Maret 2020 tercatat sebesar 2,96 % (year on year).
"Tekanan tersebut berasal dari kenaikan harga emas perhiasan dan komoditas pangan. Stabilitas harga pangan akan terus dijaga mengingat eskalasi kasus Covid-19 dan masa menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Pemerintah berupaya menjaga target inflasi hingga akhir tahun sebesar 3,1 %. Kemudian pergerakan nilai tukar rupiah tertekan hingga mencapai di atas level Rp16.000 per USD, dan per 13 April 2020 nilai tukar Rupiah berada pada level Rp15.480 per USD," tutupnya. (r5/b/aji)