metropolis

Pertamina Pastikan Stok dan Distribusi BBM Aman Jelang Ramadan

Senin, 20 April 2020 | 12:39 WIB
Salah satu aktivitas di Fuel Terminal Kendari. Foto: Suprianto/Rakyat Sultra.   KENDARI – Seperti tahun-tahun sebelumnya PT Pertamina (Persero) selalu membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) khusus menjelang Bulan Ramadan dan Idulfitri. Langkah ini diambil guna memastikan stok dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kondisi aman dan terkendali. Hanya saja, untuk tahun ini agak sedikit berbeda. Dalam situasi di tengah wabah Covid-19, satgas bekerja sejak 8 April hingga 8 Juni mendatang dinamakan Satgas Ramadan, Idulfitri dan Covid-19 Tahun 2020 atau Satgas Rafico 2020. Tim satgas ini bertugas untuk memastikan kehandalan dan keselamatan layanan distribusi energi ke masyaraka, terutama selama Ramadan dan Idulfitri serta dalam situasi berjangkitnya wabah Covid-19. Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII, Hatim Ilwan menjelaskan, sampai minggu ke-3 bulan April 2020 ketahanan stok BBM terbilang cukup aman. "Ketahanan stok di wilayah Sulawesi untuk seluruh produk BBM rata-rata mencapai 14 hari. Bahkan khusus untuk jenis premium dan solar ketahanan stoknya masing-masing mencapai 15 dan 28 hari," ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (20/4/2020). Dalam suasana wabah covid-19 yang diikuti adanya imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah, lanjut Hatim, membuat konsumsi BBM mengalami koreksi jika dibandingkam kondisi normal 2 bulan awal tahun ini atau sepanjang Januari-Februari 2020. "Dampaknya ativitas penggunaan kendaraan berkurang dan mengakibatkan konsumsi BBM juga ikut menurun," ujarnya. Dia menjelaskan, Pertamina MOR VII mencatat adanya penurunan komsumsi secara signifikan untuk jenis Gasoline yaitu premium serta Perta Series yang terdiri dari Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo. Sementara untuk produk-produk Gasoil yang meliputi Solar JBT, Pertamina Dex, Dexlite, dan Solar Non-PSO cenderung stabil dibandingkan dengan penyaluran normal sepanjang Januari-Februari 2020. "Hingga minggu ke-3 bulan April 2020 ini, konsumsi BBM jenis Gasoil untuk seluruh wilayah Sulawesi cenderung stabil berada di kisaran 2.300-an Kilo Liter (KL)/hari. Adapun BBM jenis Gasoline mengalami penurunan sebesar 15,3% menjadi 5.966 Kiloliter/hari dari yang semula saat penyaluran normal sepanjang Januari-Februari 2020 masih berada di level 7.041 Kiloliter/hari. Penurunan konsumsi Gasoline terbesar dialami oleh produk Pertalite yang mencapai 22%," ucapnya. Meski ada tren penurunan, Hatim memastikan pihaknya tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan terkait dinamika komsumsi BBM selama masa satgas ini. Pertamina juga menegaskan pihaknya akan terus menjaga pelayanan demi kenyamanan pelanggan setianya. "Kami juga akan terus menjaga agar pasokan dan distribusi BBM tetap aman," pungkasnya. (r5/b/aji)

Tags

Terkini