KENDARI – Sekolah Menengah Pertama (SMP) pelaksana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kota Kendari capai 100 persen dari target sebelumnya. Hal tersebut dikatakan langsung Ketua Panitia Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Makmur Tote saat ditemui awak media, Kamis (25/1).
“Alhamdulillah tahun ini, semua SMP dalam Kota Kendari penyelenggara UNBK, pedahal tadinya kita ditargetkan 70 persen paling minimal dan 100 paling maksimal,” ucap Makmur.
Meskipun, sambung Makmur, tidak semua SMP penyelanggara memiliki komputer yang lengkap. Tetapi, untuk mengatasinya Dikmudora telah menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Sultra dalam pelaksanaan UNBK tahun ini.
“Mou kami dengan kepala Diknas Provinsi sudah ada. Nah, itu juga dikuti MoU antar sekolah, contohnya SMPN 2 Kendari telah melakukan MoU dengan SMAN 9 Kendari. Jadi, SMAN 9 akan meminjamkan komputernya kepada SMPN 2 Kendari, begitupun sebaliknya, karena waktu pelaksanaan ujian antara SMP dan SMA berbeda,” ungkapnya.
Katanya, sejauh ini Dikmudora tidak pernah melakukan pemaksaan agar sekolah itu menjadi peyelenggara UNBK, akan tetapi semua itu berasal dari kemauan mereka sendiri.
“Kita tidak pernah memaksa sekolah. Jadi, pada saat kita melakukan sosialisi sebanyak 2 kali, kita menyuruh semua sekolah membuat dan memasukkan kesiapaannya untuk mengikuti UNBK, nah ternyata semua membuat pernyataan ingin ikut UNBK,” jelasnya.
Berdasarkan data, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, ada sebanyak 40 SMP baik negeri maupun swasta yang akan mengikuti UNBK. Sedangkan, dari 15 MTs yang ada di Kota Kendari, hanya 2 yang belum siap mengikuti UNBK.
Jumlah ini mengalami peningkatan. Pasalnya, tahun lalu hanya 10 sekolah pelaksana UNBK di Kota Kendari.
“Dari 40 SMP pelaksana UNBK, tercatat ada 24 sekolah yang akan bergabung dengan sekolah lain, sedangkan sisanya melaksanakan UNBK di sekolahnya masing-masing,” imbuhnya.
Selain itu, untuk menjamin pelaksanaan ujian bisa berjalan lancar seperti yang terjadi tahun lalu. Pihaknya juga akan melakukan MoU dengan pihak PLN, sehingga dalam pelaksanaan UNBK nanti tidak terjadi pemadaman lampu.
“Sekarang ini kita akan buat MoU antara PLN dengan panitian UN, dengan harapan pada saat hari H pelaksanaanya tidak ada kendala, termasuk MoU dengan Telkom untuk kelancaran jaringan internetnya,” Ujar Makmur.
Dalam waktu dekat, tetapnya pada 5 hingga 6 Januari 2018, akan dilaksanakan Try Out Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP), sementara jadwal untuk Try Out UNBK akan dilaksanakan setelah pelaksanaan Try Out UNKP. (p11/b/alp)