KENDARI, RSONLINE - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari diminta menunjukkan kinerjanya, dalam pengelolaan manajemen perusahaan. Setelah perusahaan itu keluar dari lilitan utang yang sudah 'beranak cucu'.
Demikian hal tersebut dikemukakan Walikota Kendari Ir Asrun, saat berbincang dengan Harian Rakyat Sultra, kemarin.
Permintaan Walikota Kendari tersebut sangat beralasan, sebab utang yang awalnya hanya Rp 12 miliar, lalu menjadi Rp 62 miliar karena bunganya selama puluhan tahun, berhasil dituntaskan penyelesaiannya. Sehingga dirinya meminta agar manajemen PDAM saat ini bisa bekerja optimal mengelola perusahan secara sehat.
"Cukup rumit dan panjang mengurus utang PDAM ini yang sudah beranak cucu, hingga bisa kita tuntaskan permasalahannya, melalui satu kesepakatan bersama dengan Kementerian Keuangan lewat upaya penyertaan modal, baru-baru ini. Ini semua bisa terbangun karena adanya kepercayaan pemerintah pusat kepada Pemkot Kendari," jelas Asrun.
Karenanya, dirinya tidak menginginkan lagi PDAM Tirta Anoa Kendari kedepan kembali menjadi perusahan yang sakit dan berutang, karena buruknya manajemen pengelolaan perusahaan, sehingga berdampak pada buruknya layanan air bersih bagi warga kota.
"Kita tidak inginkan lagi, masalah yang sama kembali lagi terjadi di PDAM, kembali punya utang, sehingga perusahaan rugi terus. Kita tidak inginkan lagi masa-masa suram PDAM kembali terulang," tuturnya.
Baginya, cukuplah masa lalu dari buruknya pengelolaan keuangan, menjadi pelajaran dan pengalaman berharga, untuk memperbaiki perusahan plat merah milik Pemkot Kendari kedepan.
Harusnya, kata Asrun dengan tuntasnya utang PDAM Kendari, maka dibarengi pula dengan kinerja manajemen perusahaan menjadi sehat. Sehingga perusahan daerah ini bisa menjadi kebanggan tersendiri bagi warga kota. "Apalagi perusahaan ini, terkait langsung dengan hajat hidup orang banyak," katanya.
Pemkot Kendari lanjutnya, tak hanya gigih berjuang agar utang PDAM bisa dituntaskan, namun juga tak henti-hentinya memberikan dukungan dana untuk pembangunan fasilitas air bersih, dengan membangun fasilitas pengolahan sumber air baku disejumlah lokasi, agar seluruh wilayah kota Kendari bisa terjangkau instalasi PDAM.
"Kerja-kerja mensehatkan perusahaan yang sudah terlilit utang yang bertahun-tahun bukan pekerjaan mudah, tapi kami juga syukuri kita bisa tuntaskan masalahnya, sehingga bisa kembali normal," tambahnya.
Dirinya berharap, pada masa akhir periode kepemimpinannya tahun depan, PDAM Tirta Anoa Kendari sudah menjadi perusahaan yang bangkit dan tak lagi memiliki utang.
Sehingga perusahaan tersebut bisa berkembang menjadi perusahaan yang sehat, yang mampu memberikan pelayanan maksimal bagi warga kota. (ags/put)