.
KENDARI - Abdul Rasak yang sedari awal menggaet Partai Bulan Bintang (PBB) untuk berjuang bersama di Pemilihan Wali Kota Kendari kini perlahan tapi pasti sudah mulai meninggalkan kawan lamanya itu. Dimana Golkar dengan empat kursi keterwakilan di DPRD Kota Kendari memberikan syarat kepada Rasak untuk berpasangan dengan kadernya jika ingin didukung oleh partai besutan Setya Novanto.
Tentu saja PBB yang lebih dulu memasangkan Rasak-Yani Kasim Marewa (YKM) harus rela sebab dengan perolehan kursi yang terpaut jauh membuat PBB tidak berdaya untuk menekan Rasak.
Meski sudah ditinggal Rasak, PBB masih optimis YKM akan mendapatkan pasangan lain, jika seandainya Rasak-YKM benar bercerai.
Ihsan Tablig Bakri Sekretaris DPC PBB Kota Kendari saat ditemui dikediamannya, Kamis (25/8) mengungkapkan bahwa perceraian seperti itu merupakan hal yang wajar. Apalagi dalam dunia politik, termasuk jika ada seorang calon berganti pasangan sebelum mendaftar.
"Tapi kami di DPC dan DPW tidak mau berlarut-larut di situ," tuturnya.
Dikatakannya, PBB sampai saat ini masih membidik posisi wakil walikota di Pilwali Kota Kendari dengan opsi menawarkan YKM. Ihsan mengaku tawaran yang diberikan PBB itu cukup beralasan bagi partainya karena memiliki basis massa yang jelas.
"Memang kami hanya satu kursi di DPRD kendari tapi basis massa kami jelas dibanding yang lain. Basis massa itu yang akan membuat posisi tawar kami tetap diperhitungkan," ujarnya.
Lebih jauh Ihsan mengungkapkan partainya telah melakukan konsolidasi dengan semua kader yang ada di Kota Kendari. Selain itu PBB juga sudah merampungkan struktur kepengurusan di tingkat kecamatan agar dalam menghadapi Pilwali kader PBB sudah harus siap untuk memenangkan pasangan yang akan diusung oleh PBB. (p4/b/ian)