metropolis

Kontrak Pasar Basah Rugikan Pedagang dan Pemkot

Jumat, 29 April 2016 | 12:11 WIB
Pasar basah mandonga

KENDARI - Walikota Kendari Ir Asrun mengakui jika kontrak pasar basah mandonga, yang dibuat tahun 2003 lalu, tidak hanya merugikan pedagang, namun juga pemerintah kota saat ini.

Menurut Asrun, kontrak pasar basah tersebut harusnya dibuat dengan memikirkan kondisinya pada tahun-tahun mendatang. Sehingga tidak ada masalah yang timbul dikemudian hari, seperti yang terjadi saat ini.

Dirinya juga meminta agar masalah pasar basah tidak disangkut-pautkan dengan nuasa politik, atau menyalahkan Pemkot Kendari saat ini. Sebab pasar basah mandonga, kontraknya dibuat tahun 2003 dan berlaku selama 20 tahun. Jadi masih ada delapan tahun lagi, pasar basah mandonga dikuasai pihak swasta.

Selama ini, lanjutnya, dengan kontrak yang tidak menguntungkan tersebut khususnya bagi Pemkot Kendari saat ini, pemkot  tak bisa berbuat banyak, karena kontrak masih berlaku.

Sehingga, lanjutnya, masalah pasar basah mandonga ini, yang memiliki sangkut- paut adalah pejabat walikota sebelumnya, karena mereka yang membuat MoU. "Dan membuat kita rugi, kita tidak bisa berbuat apa-apa," beber Asrun.

Akibat masalah pasar basah tersebut, dirinya diisu menaikan harga lods pasar basah mandonga, dikarenakan mau maju sebagai calon gubernur.

Namun dirinya tak menghiraukan isu tersebut, karena dirinya mengungkapkan,  kebijakan Pemkot Kendari saat ini, begitu pro terhadap ekonomi kerakyatan.

Bahkan, Pemkot Kendari tak memakai pihak swasta untuk membangun pasar. Namun dengan memaksimalkan APBD Kota Kendari, Pemkot berhasil membangun pasar tradisional modern yang refresentatif  dan harganya relatif murah bagi seluruh pedagang, dan tidak memberatkan para pedagang dengan sewa lodsnya.

"Kami bangun pasar di Kota Kendari dengan APBD, mulai dari Pasar Sentral, Pasar Wua-wua, Pasar Lapulu, Pasar Baruga, Pasar Andonohu, kita bikin lagi Pedys Market. Semuanya untuk kelangsungan ekonomi kerakyatan warga kota. Jadi kalau mau sangkut pautkan saya dengan Pasar Mal Mandonga, tidak ada hubungannya. Itu hubungannya dengan pemerintah sebelumnya itu," katanya.

Karenanya, dirinya menyaran jika pengelola tetap ngotot untuk naikkan harga sewa lods Pasar Mandonga, dan para pedagang keberatan karena biaya yang mahal. Maka dirinya menyarankan pedagang bisa pindah, daripada  terbebani dengan harga yang dinaikkan pengelola.

"Masih banyak pasar yang sudah kita siapkan, murah lagi. Perhatian  kepada masyarakat dan pedagang sudah kita lakukan semaksimal mungkin," tutup Asrun. (rs)

 

Tags

Terkini