KENDARI - Sedikitnya 70 ekor Penyu yang berhasil diamankan aparat kepolisian Polda Sultra, saat hendak diselundupkan ke Bali dari Menui Sulteng, pada Jumat (15/4) kini dilepas kembali ke habitatnya, pelepasan dilakukan di perairan Saponda, Konsel, Sultra.
Pelepasan satwa langka dan dilindungi tersebut, dilakukan bersama oleh Satuan Kerja (Satker) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kendari, pada Minggu (24/4).
Pelepasan tersebut juga disaksikan langsung Kepala Pangkalan PSDKP Wilayah Timur Pung Nugroho Saksono bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, Badan Konservasi Sumber Daya Alam, Balai Karantina Provinsi, Balai Pengelola Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar.
Pung Nugroho usai pelepasan penyu mengatakan, pelepasan penyu itu adalah perintah langsung dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti.
"Puji Astuti katanya, kalau ingin melepas penyu tersebut keasalnya harus dalam keadaan sehat. Karena sebelumnya, penyu itu diikat, jadi setelah dikarantina dan siap untuk dilepas, baru dilepas," ungkap Nugroho.
Dijelaskannya, penyu yang dilepaskan tersebut, sebelumnya hendak diselundupkan secara ilegal di Pulau Bali, bahkan akan diperjual belikan di luar Negeri. "Jadi kami PSDKP Bitung melalui Satker, melakukan operasi dan menemukan penampungan penyu di Kepulauan Menui," jelasnya.
Menurutnya, kasus ini tidak bisa dibiarkan, pihaknya juga meminta pengusutan penyelundupan penyu dilakukan penyelidikan hingga Bali. "Jangan sampai Sultra, jadi penyeludup penyu disana. Ini juga akan dijadikan sebagai awal untuk membongkar kasus penyeludup penyu," tutur Kepala Pangkalan PSDKP Bitung itu.
Kepala BPSPL Makassar Andri Indriasworo Sukmoputro, yang juga hadir dalam pelepasan penyu, mengatakan, pihaknya telah memberikan Tagging atau tanda kepada seluruh penyu yang akan dilepas.
Hal tersebut menandakan bahwa penyu tersebut telah dilakukan pengukuran, pengidentifikasian dan pemeriksaan kesehatan.
Dia juga menambahkan, pemasangan Tagging disetiap Penyu bertujuan untuk menunjukkan pada saat penyu berada disuatu tempat dan mengetahui arah telur raya atau migrasi penyu.
"Dengan chip yang kami tanamkan ditubuh penyu, kita akan mengetahui dimana penyu-penyu itu mencari makan dan sebagainya. Jadi dengan mengetahui habitat penyu, kami akan mengalokasikan daerah-daerah konservasi penyu tersebut," paparnya. (rs)