Kendari, Rakyatsultra.id - Gubernur Sultra Andi Sumangerukka untuk pertama kalinya mereshuffle kabinetnya, Senin (26/5/2025). Setidaknya ada 13 pejabat yang diroling atau dimutasi dari jabatannya. Bukan itu saja, ada juga yang di non jobkan, hingga mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelasana tugas eselon II.
Selain 13 eselon II yang didefinitifkan, ada juga pengangkatan Plt. Ada sebanyak 13 orang yang diamanahkan oleh Gubernur ASR untuk menduduki jabatan eselon II sebagai pelaksana tugas.
Menariknya, ada tiga orang dari akademisi meduduki eselon II yakni Prof. Dr. Ir. Andi Khaeruni R, M.Si (Plt Kepala BKD Prov. Sultra), Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si (Plt Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan), dan Prof. Dr. Aris Badara, S.Pd., M.Hum sebagai Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan. Ketiganya dari Universitas Halu Oleo, Kendari.
Dalam sambutan, Gubernur Andi Sumangerukka mengingatkan seluruh pejabat bahwa jabatan adalah amanah yang membawa tanggung jawab besar.
“Jabatan itu bukan untuk disombongkan. Makin tinggi jabatan, makin besar tanggung jawab dan risikonya. Saya ingin kita semua bekerja dengan hati dan nurani, bekerja untuk rakyat. Gunakan jabatan ini sebaik mungkin dan jangan pernah lelah melayani,” ujar gubernur.
Secara tegas, ASR bilang akan mengevaluasi kinerja secara berkala setiap tiga bulan.
“Saya tidak melihat latar belakang siapa pun. Yang saya lihat adalah integritas dan kerja nyata. Jika bisa bekerja dengan baik, maka akan berlanjut. Jika tidak, akan digantikan,” jelasnya.
Gubernur menutup sambutannya dengan pesan kuat agar semua pejabat tidak berkecil hati jika saat ini belum mendapatkan posisi, karena semua tetap memiliki peluang di masa mendatang.
“Bagi yang digeser, jangan berkecil hati. Jadikan ini sebagai introspeksi. Saya masih membuka peluang bagi siapa saja yang memang pantas. Mari kita bekerja bersama-sama, tanpa menyerah, tanpa putus asa, demi mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, sejahtera, dan religius,” tutup Gubernur.
Acara ini dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Sultra, Forkopimda, Sekretaris Daerah Prov. Sultra, para pejabat tinggi pratama lingkup Pemprov Sultra dan para pejabat terkait.