metropolis

Sampaikan Permohonan Maaf, Smarthajj Ungkap Fakta Lain Terkait Jemaah Umrah yang Sempat Tertahan

Selasa, 18 Februari 2025 | 12:15 WIB
Para Jemaah umrah dari Smarthajj Travel haji umrah

Sanusi menegaskan dirinya tidak merasa ditelantarkan oleh pihak travel, meskipun ada keterlambatan tiket.

“Memang perjalanan agak jauh karena pindah-pindah pesawat, tapi tetap kami dijamin oleh pihak travel. Cuma di Manila ada sedikit keramaian karena keterlambatan tiket. Pada intinya, pihak travel tidak lepas tangan,” tambahnya.

Sementara itu, Rolin Jumain, jemaah umroh lainnya, menjelaskan mengenai meninggalnya salah satu jemaah di Makkah.

“Pas mau umroh ketiga, almarhum ini meninggal di klinik, dibantu oleh pihak travel dan mutoif. Kami ambil jenazahnya, disalatkan di Masjidil Haram, dan dimakamkan di sana,” jelasnya.

Ia juga menambahkan almarhum memiliki riwayat penyakit stroke, dan perjalanan umroh ini juga dimaksudkan sebagai upaya spiritual untuk kesembuhannya.

Smarthajj Akan Tempuh Jalur Hukum:

Juleo menegaskan telah melayangkan somasi kepada vendor tiket dan akan membawa kasus ini ke Polda Sulawesi Tenggara.

“Kami sangat dirugikan oleh pihak vendor tiket. Jemaah yang niatnya beribadah dengan khusyuk justru harus mengalami kelelahan dan emosi akibat masalah ini. Kami sudah mengirimkan somasi kedua kepada pihak vendor tiket, insyaAllah besok kita akan lanjutkan ke Polda untuk laporan kepolisian,” ungkapnya.

Ia menegaskan Smarthajj tidak menelantarkan jemaah dan tetap bertanggung jawab hingga para jemaah kembali ke Indonesia dengan selamat.

Juleo juga memastikan bahwa seluruh jemaah telah mendapat pendampingan yang memadai selama perjalanan, dengan tiga tour leader yang menemani kelompok di Filipina dan Jeddah. Ia sendiri menjadi orang terakhir yang kembali dari Jeddah untuk memastikan semua jemaah pulang dengan selamat, tutupnya.

Halaman:

Tags

Terkini