Kendari, rakyatsultra.id - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Kabupaten Kota Kendari pada Jumat malam, 29 Mei 2026, pukul 21:34:43 WIB. Episenter gempa berada di darat pada koordinat 3,56 LS dan 122,30 BT, tepatnya 22 kilometer Timur Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, dengan kedalaman hanya 4 kilometer.
Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Kendari Central. Berdasarkan peta guncangan dan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan nyata di Kota Kendari dan Konawe Utara dengan intensitas III – IV MMI, serta di Konawe dan Konawe Selatan dengan intensitas III MMI.
Getaran di daerah terdampak terasa seperti ada truk yang berlalu, dengan getaran yang cukup kuat hingga menyebabkan jendela dan pintu berderik serta dinding berbunyi. Pada siang hari, getaran ini dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.
Nasrol Adil, Kepala BBMKG Wilayah IV, menegaskan pentingnya masyarakat untuk selalu mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG melalui kanal komunikasi resmi seperti Instagram dan Twitter @infoBMKG, website resmi bmkg.go.id, telegram channel InaTEWS_BMKG, serta aplikasi mobile BMKG
Hingga pukul 22:00 WIB pada hari yang sama, BMKG mencatat adanya empat kejadian gempa susulan (aftershock). Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk dari otoritas terkait guna mengantisipasi kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi."
Kepala BBMKG Wilayah IV ini juga mengingatkan agar warga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terkonfirmasi untuk menjaga ketenangan dan keselamatan bersama.