Jumat, 28 Agustus 2026

Pendatang Baru Pilrek UHO, Prof Baru Sadarun Usung Transformasi Digital dan Penguatan Akademik

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 21 Mei 2026 | 22:26 WIB
Assoc. Prof. Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si. berfoto bersama usai mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UHO periode 2026–2030.
Assoc. Prof. Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si. berfoto bersama usai mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UHO periode 2026–2030.

Kendari, rakyatsultra.id — Assoc. Prof. Dr. Baru Sadarun, S.Pi., M.Si., resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor UHO, Kamis (21/5/2026).

Kehadirannya dalam kontestasi pemilihan rektor membawa visi penguatan transformasi digital kampus melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) serta peningkatan kapasitas jurusan dan program studi di lingkungan UHO.

Dalam keterangannya usai pendaftaran, Baru Sadarun menyampaikan komitmennya melanjutkan program-program positif yang telah dijalankan pimpinan sebelumnya, sekaligus menghadirkan berbagai inovasi untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi di era teknologi.

Ia menilai, perkembangan AI harus dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi yang lebih modern, efektif, dan efisien. Menurut Ketua Jurusan Ilmu Perikanan FPIK UHO ini, pemanfaatan teknologi tersebut dapat diterapkan pada berbagai aspek, mulai dari administrasi kampus berbasis digital tanpa kertas, pengembangan pembelajaran daring, hingga penguatan seminar dan kolaborasi akademik lintas daerah maupun internasional.

“Hal-hal yang sudah baik tentu perlu dipertahankan dan dikembangkan. Sementara yang masih kurang, harus dicari solusi yang bisa diterapkan agar UHO semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Baru Sadarun.

Ia menjelaskan, AI dapat menjadi alat bantu strategis dalam mempercepat proses analisis data, termasuk pada bidang kelautan yang selama ini membutuhkan waktu cukup panjang apabila dilakukan secara manual.

Menurutnya, teknologi AI sangat potensial mendukung penelitian-penelitian kompleks dan berisiko tinggi, terutama yang berkaitan dengan eksplorasi sumber daya kelautan pada wilayah tertentu. Meski demikian, ia menegaskan bahwa AI hanya berfungsi sebagai alat bantu dan tidak dapat menggantikan peran manusia dalam pengambilan keputusan maupun penyusunan kesimpulan ilmiah.

Selain membawa gagasan transformasi digital, Baru Sadarun juga menyoroti pentingnya penguatan jurusan dan program studi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Pengalaman memimpin Jurusan Ilmu Kelautan hingga berhasil meraih akreditasi internasional menjadi salah satu modal optimisme dirinya maju dalam Pilrek UHO.

Ia menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan kualitas akademik dapat diwujudkan melalui kerja sama dan sinergi seluruh elemen kampus. “Yang paling penting adalah membangun kolaborasi semua pihak. Kalau sinergi berjalan baik, maka hasil yang dicapai juga akan maksimal untuk kemajuan UHO ke depan,” pungkasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Terpopuler

X