Jumat, 28 Agustus 2026

Kakanwil Kemenag Sultra : Jadikan Dzikir Sebagai Power untuk Melayani dengan Tulus

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 22 Januari 2026 | 22:59 WIB

Kendari --- Dzikir pagi menjadi rutinitas ASN Kanwil Kemenag Sultra sebelum memulai aktivitas dan pekerjaan. Dzikir adalah pertemuan keimanan dan kinerja, dalam artian seseorang belum siap bekerja kalau jika belum berdzikir, sebab dzikir akan melahirkan power atau daya.

Demikian diuampaikan Kakanwil Kemenag Prov. Sultra H. Mansur, S.Pd., MA, saat memberikan pembinaan kepada ASN Kemenag Sultra dalam rangkaian kegiatan Zikir dan Doa Bersama Lingkup Kanwil Kemenag Sultra, Kamis (22/1/2026).

Kegiatan ini diikuti ASN Kanwil Kemenag Sultra, ASN pada 17 Kemenag Kab/Kota se Sultra, Madrasah, KUA, Pondok Pesantren dan Penyuluh Agama Islam se Prov. Sultra secara daring dan luring.

"Bekerja itu medianya ibarat motor dan mobil dan bahan bakar itulah keimanan kita. Mobil itu adalah media untuk kita bisa datang di kantor, tapi kalau dia tidak dibunyikan maka dia tidak berpower, tidak akan bisa mengantar kita untuk sampai di kantor," ungkap Mansur.

Mansur menambahkan, zikir adalah power atau daya yang mempunyai speed, dan speed ini tergantung dari kapasitas daya yang dimiliki oleh masing-masing energi. Semakin tulus zikir yang dilakukan, maka akan semakin besar kapasitas energi dan power.

Mansur berpesan kepada seluruh jajarannya, agar tidak pernah menyepelekan zikir, karena zikir adalah energi yang tersembunyi yang tidak diketahui tapi memiliki sesuatu yang dahsyat dan boleh dikatakan bahwa zikir adalah energi laten.

"Dengan power kita dan dengan daya kita pada pagi hari ini, mari kita manfaatkan untuk meningkatkan profesionalisme, meningkatkan inovasi, meningkatkan tanggung jawab dan keteladanan kita," tambahnya.

Menurut Mansur, tidak ada profesionalisme kalau tidak diikuti dengan hati yang jujur dan pikiran yang jernih. Serta, tidak ada inovasi kalau tidak ditumbuhkan dengan jiwa yang bersyukur. Sebab, orang yang tidak bersyukur tidak akan pernah merasa bahwa pekerjaan itu adalah tanggung jawabnya dan gampang mengabaikan. Sebaliknya, orang yang bersyukur akan berpikir bahwa dengan pekerjaan yang dilakukan, akan memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain.

Selanjutnya, kata Mansur, zikir juga akan melahirkan keteladanan yang juga tak kalah penting dalam berorganisasi. Keteladanan adalah dakwah yang paling dahsyat, paling manjur dan paling kuat. Keteladanan ialah bekerja bukan dengan kata-kata tetapi dengan akhlak dan kinerja nyata.

"Mari jadikan zikir sebagai sumber energi yang berubah menjadi power, untuk melayani dengan tulus. Power untuk bekerja bukan hanya dengan tangan, tetapi dengan hati dan nurani. Kalau semua ini bisa kita lakukan, Insya Allah di masa yang akan datang kantor kita ini akan selalu mendapatkan tempat yang terbaik di hati masyarakat Sulawesi Tenggara," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Terpopuler

X