Pondasi RTLH yang telah dilakukan survei kelayakannya oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Kendari yang tak kunjung dibangun. Foto: IST.
KENDARI - Ada apa dengan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Kendari yang telah melakukan survei dan memasang papan bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai tanda bantuan itu akan turun kepada salah seorang warga Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu Kota Kendari, bernama Arjun namun bantuan itu tak kunjung terealisasi.
Realita itu menimbulkan tanya bagi warga. Pasalnya, lokasi RTLH telah disurvei dan dipasangi papan penerima bantuan namun kenyataannya hingga kini tidak direalisasikan.
"Ini pemerintah kota kita aneh. Katanya mau berikan bantuan tapi hanya memberikan kepada warganya harapan palsu," nilai salah seorang warga, Ramaluddin SH yang juga kerabat korban penerima bantuan yang diduga terkesan diberikan harapan palsu.
Rama menyayangkan sikap Pemerintah Kota Kendari yang telah melakukan survei hingga memasang plan jika kediaman kerabatnya itu akan segera diberikan bantuan bedah rumah.
Kondisi rumah penerima RTLH yang hingga saat ini tak terbangun setelah beberapa kali disurvei. Foto: IST.
"Sebelumnya kan sudah berapa kali disurvei. Dari dinas dan dari pihak TNI. Kalau akan ada bantuan RTLH. Dan kami nilai itu telah layak dan memenuhi kriteria. Bahkan dinas telah memasang plan bantuan RTLH 08 di Kelurahan Kambu diatas pondasi. Tetapi nyatanya sampai saat bantuannya belum ada," tuturnya.
Bahkan kata dia, jika saja RTLH yang telah ditunjuk itu akan dikerjakan maka warga siap bergotong royong untuk membantu dinas pengerjaannya.
"Padahal kita sudah senang ada bantuan pada kami ini warga. Padahal kita hanya dikasih mimpi sama Pemkot," kenang Rama.
Rama berharap agar realita itu hanya terjadi di bagi warga Kambu.
"Kami berharap ini hanya terjadi pada kami saja disini. Bantuan yang seperti mimpi. Paling tidak, dinas terkait memberi alasan kepada kami warga kenapa bantuannya tidak jadi. Jangan papan plannya dipasang dan warga sudah ditemui tapi tidak ada realisasinya. Kan aneh," tandasnya. (r6/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:01 WIB
Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:18 WIB
Senin, 24 Agustus 2026 | 19:28 WIB
Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:41 WIB
Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:34 WIB
Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:23 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:30 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:26 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:02 WIB
Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:36 WIB
Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:52 WIB
Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:22 WIB
Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:10 WIB
Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:05 WIB
Senin, 10 Agustus 2026 | 18:52 WIB
Senin, 10 Agustus 2026 | 13:30 WIB
Senin, 10 Agustus 2026 | 08:05 WIB
Jumat, 7 Agustus 2026 | 14:54 WIB
Jumat, 7 Agustus 2026 | 10:13 WIB