Jumat, 28 Agustus 2026

Dewan Kebudayaan Kota Kendari Dibentuk Demi Pelestarian Budaya

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Jumat, 19 Februari 2021 | 09:01 WIB
HERDY SUPARMANTO/RAKYAT SULTRA   Ketua Dekranasda Kota Kendari, Sri Lestari Sulkarnain (jilbab coklat), Ketua Harian Dewan Kebudayaan Kota Kendari, Rahman Rahim (tenun biru), bersama para pengurus Dewan Kebudayaan Kota Kendari (DK3). Foto: Herdi/Rakyat Sultra.        KENDARI - Pengurus Dewan Kebudayaan Kota Kendari (DK3) segera dilantik. Kehadirannya diharapkan mampu melestarikam sekaligus mengembangkan kebudayaan yang ada di Kota Kendari sehingga menjadi magnet masyarakat luas menikmati kebudayaan yang ada. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir selaku Ketua Dewan Pembina bakal melantik pengurus Dewan Kebudayaan pada 21 Februari di Hotel Claro. Ketua Harian Dewan Kebudayaan Kota Kendari, Rahman Rahim menjelaskan bahwa, pembentukan Dewan Kebudayaan Kota Kendari dimaksudkan sebagai mitra utama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk melestarikan, melindungi, mengembangkan, membina dan memanfaatkan kebudayaan di daerah yang tertuang dalam 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK). "Pembentukan Dewan Kebudayaan ini tentunya sebagai penggerak pembangunan bidang kebudayaan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kota Kendari," terang Rahman kepada awak media, Kamis (18/2/2021). Katua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulawesi Tenggara ini menambahkan, pembentukan Dewan Kebudayaan merupakan amanat Undang-Undang yang harus dijalankan. Kemajuan kebudayaan, lanjut Rahman, akan menciptakan multiplier effect terhadap kemajuan suatu daerah. "Pariwisata suatu daerah bisa maju dan berkembang karena budayanya. Kalau budayanya berkembang, pasti perekonomian akan ikut berkembnag, ini merupakan multiplier effec. Pariwisata dan kebudayan bagian yang tidak terpisahkan, semua dimensi harus saling menopang," ungkapnya. Menurutnya, Kota Kendari merupakan icon miniatur nusantara. Pasalnya, lanjut Rahman, hampir semua etnis di Indonesia ada di ibu kota Sulawesi Tenggara ini. Artinya, sambung Rahman, dengan keberagaman kebudayaan bisa menjadi modal besar untuk menarik masyarakat luas berkunjung ke kota lulo. "Kami berharap kehadiran Dewan Kebudayaan menjadi salah satu upaya melestarikan dan mengembangkan kebudayaan yang kita miliki," ucapnya. Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Kendari, Sri Lestari Sulkarnain mengapresiasi kehadiran Dewan Kebudayaan Kota Kendari. Sri berharap kehadiran dirinya di kepengurusan bisa berkontribusi terhadap kemajuan kebudayaan di Kota Kendari. "Mudah-mudahan kehadiran saya bisa memberi warna di Dewan Kebudayaan Kota Kendall ini. Kehadiran saya di sini untuk bersama-sama berkontribusi membesarkan budaya di Kota Kendari. Kami juga berharap semua kebudayaan etnis yang di Kota Kendari bisa terekspos dan Kendari semakin dikenal," ujar istri Wali Kota Kendari itu. Di tempat sama, Kabid Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Kendari, Rasidin menambahkan kehadiran Dewan Kebudayaan Kota Kendari tidak hanya mengurusi adat istiadat, tetapi juga mengurusi terkait seni dan budaya. "Jadi sasarannya itu pemberdayaan dan pembinaan lembaga maupun organisasi kemasyarakatan yang bergerak dibidang kebudayaan, termasuk penguyuban dan pelaku maupun penggiat seni dan budaya di Kota Kendari," papar Rasidin. Termasuk, lanjut dia, melakukan pemajuan melalui upaya pelestarian, pelindungan, pengembangan pemanfaatan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK). "10 OPK ini diantaranya tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus dan pengetahuan tradisional," pungkas Radisin. Diketahui, pengurus Dewan Kebudayaan Kota Kendari berasal dari berbagai profesi, seperti pegiat seni budaya, akademisi dan paguyuban. (r6/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X