Suasana kegiatan seminar akhir hasil peneltian pemetaan kota dan kabupaten kreatif tahun anggran 2020.
KENDARI - Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbang) Sultra menggelar seminar akhir hasil penelitian pemetaan Kota/Kabupaten kreatif tahun anggaran 2020.
Seminar yang diadakan di Hotel Plaza Inn, Rabu (30/9/20) itu, digelar secara virtual melalui aplikasi zoom. Berbagai tanggapan dan saran dari pada peserta ditujukan langsung kepada pihak peneliti guna mengembangkan proyek pemetaan kota/kabupaten kreatif.
Ketua Peneliti Muhammad Ridwan Badallah mengatakan, seminar ini merupakan substansi pemetaan delapan kegiatan. Muara dari kegiatan tersebut adalah dapat menghasilkan konsep yang bisa digunakan dan berguna bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Sultra.
"Penelitian ini sebetulnya setiap tahun kita lakukan, dengan harapan bahwa kedepan penelitian ini menghasilkan sebuah produk yang baik dan berguna untuk masyarakat," ungkapnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Kadis Kominfo ini mengatakan, tujuan dilakukannya seminar guna menguji secara ilmiah, hasil riset memenuhi standar atau tidak. Sebab kampung kreatif merupakan satu konsep yang masuk dalam konsep besar itoris.
"Konsep kampung kreatif itu kan kampung yang di bangun dimana masyarakatnya di berdayakan sebagai human kapital. Dan kemudian ini akan tetap terjual sebagai produk yang di jual kepada wisatawan, bisa kita konsepkan dan terintegrasi dengan itoris," ujarnya.
Ia menjelaskan sebagai contoh desa wisata yang ada di buton misalnya "kandekandea" setiap tahunnya diadakan serta kegitan lain di daerah, yang membutuhkan peran penting pemerintah agar tercipta konsep pemerataan yang terkonsep untuk budaya wisata.
"Yang mana pelakunya adalah masyarakat-masyarakat yang ada disitu diberdayakan untuk bisa dibina, untuk bisa menjadi pelaku-pelaku disitu. Seminar ini adalah hasil riset, apakah ini bisa di implementasikan ke daerah.
Ia menambahkan dalam Pergub nomor 31 sudah sangat di amanahkan hasil ini harus bisa menjadi produk yang di gunakan untuk masyarakat yang kedepan semua unsur harus terlibat dalam konsep dari pemerintah.
Di tempat yang sama Ketua Dewan Riset Daerah Sultra (DRD Sultra) Prof H Andi Baharudin mengatakan kegitan ini merupakan akhir dari Tim Pengendali Mutu (TPM) yang di gawangi DRD Sultra guna penyempurnaan laporan-laporan yang dibuat oleh para peneliti.
"Maka dari itu masukan, koreksi dan tanggapan dari TPM dan juga OPD terkait dapat menyempurnakan hasil penelitian dengan harapanya hasil dan topik penelitian yang di angkat bersumber dari permasalahan pembagunan di daerah Sultra," ungkapnya.
Ia menambahkan setelah di teliti ringkasan-ringkasan rekomendari kebijakan yang pada akhirnya akan di sampaikan kepada pemerintah.
"Harapan kita dapat menjadi program-program aksi untuk menyelesaikan persoalan daerah serta meningkatkan daya saing masyarakat yang ada di Sulawesi Tenggara," tuturnya. (aji/rls)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:01 WIB
Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:18 WIB
Senin, 24 Agustus 2026 | 19:28 WIB
Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:41 WIB
Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:34 WIB
Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:23 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:30 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:26 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:02 WIB
Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:36 WIB
Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:52 WIB
Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:22 WIB
Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:10 WIB
Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:05 WIB
Senin, 10 Agustus 2026 | 18:52 WIB
Senin, 10 Agustus 2026 | 13:30 WIB
Senin, 10 Agustus 2026 | 08:05 WIB
Jumat, 7 Agustus 2026 | 14:54 WIB
Jumat, 7 Agustus 2026 | 10:13 WIB