Jumat, 28 Agustus 2026

Siswa Madrasah Akan Dilatih Produksi Masker

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Rabu, 3 Juni 2020 | 20:47 WIB
Kepala Balai Latihan Kerja Kendari La Ode Haji Polondu (kiri) dan Kepala Kakanwil Kemenag Sultra Fesal Musaad saat menandatangani nota kesepahaman dalam rangka pelatihan pembuatan masker bagi siswa madrasah se- Sultra, Rabu (3/6/2020). Foto: Seplin/Rakyat Sultra. KENDARI - Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra) membuat terobosan baru. Lembaga ini menggandeng Balai Latihan Kerja Kendari dalam rangka pelatihan pembuatan masker bagi siswa madrasah se- Sultra. Kegiatan ini ditujukan sebagai wujud pengabdian siswa madrasah kepada masyarakat dalam menghadapi pandemi virus Corona atau Covid-19. Kerja sama kedua lembaga itu pun ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang diteken Kepala Kanwil Kemenag Sultra Fesal Musaad dan Kepala Balai Latihan Kerja Kendari La Ode Haji Polondu di Aula Kanwil Kemenag Sultra, Rabu (3/6/2020). Fesal Musaad mengatakan substansi nota kesepahaman ini adalah memberikan pelatihan kepada siswa madrasah aliyah dalam pembuatan masker. Tidak hanya pelatihan, siswa madrasah juga sekaligus memproduksi masker yang akan diberikan kepada masyarakat. Untuk tahap awal, kegiatan ini akan dipusatkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kendari dan selanjutnya akan digelar di beberapa madrasah di tiap kabupaten. Khusus di Kota Kendari sendiri, jumlah masker yang akan diproduksi sebanyak jumlah guru dan siswa madrasah aliyah sekira 2.173 unit. Karena itu, pihaknya akan menyiapkan alat mesin jahit dan bahan-bahan yang digunakan dalam menunjang kegiatan produksi. Mantan Kepala Kakanwil Kemenag Maluku ini mengatakan total masker yang akan diproduksi oleh siswa madrasah se-Sultra sekira 83 ribu. Nantinya, masker itu diberikan kepada masyarakat dalam rangka mencegah penularan virus Corona atau Covid-19. Selain memberikan keterampilan dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat nasionalisme di kalangan siswa madrasah. “Masker yang dibuat nanti berwarna merah dan putih. Ini menunjukkan siswa madrasah cinta terhadap bangsa dan negara,” bebernya. Fesal menjelaskan pada 2030 nanti Indonesia akan menghadapi bonus demografi di mana jumlah warga yang berusia produktif (15 tahun hingga 65 tahun) lebih tinggi dibandingkan usia nonproduktif. Jika usia produktif itu tidak dibekali pendidikan vokasi maka dikhawatirkan akan terjadi ledakan pengangguran. “Makanya kita buat kegiatan pelatihan produksi masker ini kepada siswa madrasah sebagai langkah awal bagi Kemenag Sultra dalam menyiapkan generasi yang memiliki keterampilan,” akunya. Dalam pelatihan produksi masker nanti, siswa madrasah akan didampingi tenaga profesional dari Balai Latihan Kerja Kendari. Saat ini, lembaga tersebut sudah siap menerjunkan pelatih yang akan memberikan pendidikan vokasi kepada siswa. Kepala Balai Latihan Kerja Kendari, La Ode Haji Polondu mengungkapkan, pelatihan pembuatan masker ini akan terus mereka pantau agar pelaksanaannya berjalan lancar. Ia pun menginginkan siswa madrasah aliyah dapat menguasai teknik dasar dalam menjahit. “Dengan begitu, kita harap siswa bisa memiliki tiga kemampuan selama proses belajar. Pertama ilmu agama, kedua pengetahuan umum dan ketiga keterampilan. Dengan keterampilan, mereka diharapkan bisa berkreasi setelah tamat sekolah,” ungkapnya. Saat ini, kata dia, akhir dari pandemi virus Corona atau Covid-19 belum bisa dipastikan. Karena itu, salah satu yang perlu dilakukan oleh masyarakat adalah meningkatkan perlindungan diri dengan cara menggunakan masker. “Dengan pelatihan ini, kita harap siswa bisa membuat masker untuk dirinya sendiri, untuk gurunya dan juga untuk lingkungan keluarganya,” ucapnya. Selain penandatanganan nota kesepahaman, Balai Latihan Kerja juga menyerahkan bantuan dua unit westafel, 200 liter disinfektan, dan 200 lembar masker hasil produksi siswa di Balai Latihan Kerja Kendari. (rir/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X