Jumat, 28 Agustus 2026

DLHK dan Kementerian Fokus D3TLH

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Sabtu, 3 Februari 2018 | 11:20 WIB

KENDARI – Guna mengetahui sejauh mana Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH) di wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari bersama Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI mengadakan Focus Group Discusion (FGD) di Hotel Zahra, Jumat (2/2).

Saat dimintai keterangan, Kabid Tata Lingkungan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kota Kendari, Ratna Sakay, mengatakan, melalui Focus Group Discusion (FGD) bersama Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku, akan diketahui bagaimana rencana dan program yang akan dilakukan pemerintah kota terhadap kondisi lingkungan Kota Kendari.

“Untuk daya dukung dan daya tampung lingkungan ini, kita akan mengkuantifikasi. Jadi ada data angka-angka yang bisa menjadi bahan pertimbangan yang bisa dijadikan kebijakan rencana dan program kerja yang bisa dilakukan pemkot terhadap kondisi lingkungan kita,” ucapnya.

Termasuk, lanjut Ratna, bagaimana penyediaan bahan pangan, penyediaan air bersih. Olehnya itu, dilakukan pembahasan terlebih dahulu dan selajutnya akan masuk ditahap penyusunan peta indikatif.

“Ini baru tahap awal untuk mengumpulkan tim kerena data yang dibutuhkan harus dari banyak pihak, mulai dari sektor pangan, sektor air, sektor tata ruang, sektor pertikanan dan lainnya. Ini semua kita butuh datanya,” jelasnya.

Katanya, dari data-data yang sudah ada akan menghasilkan peta-peta ketersediaan yang akan bertemu dengan kebutuhan masyarakat terkait jasa-jasa lingkungan yang ada di Kota Kendari.

“Masalah lingkungan merupakan perintah undang undang nomor 23 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yakni mewajibkan bupati dan waikota menyusun daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup,” tambah Ratna.

Ia menuturkan, dalam penyusunanya nanti, banyak pihak yang akan dilibatkan, mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pakar dari Universitas Hasanuddin (Unhas) dan dari pakar Universitas Halu Oleo (UHO).

“Kementerian LHK memang memiliki tugas untuk mendampingi dan memfasilitasi penyusunan daya dukung dan daya tampung ini. Selain itu ada juga bantuan pakar dari Unhas dan UHO,” cetusnya.

Dirinya berharap, melalui FGD, pihaknya bisa mengetahui kondisi sumber daya alam dan lingkungan hidup. Apakah masih dalam batas yang baik untuk mendukung peri kehidupan penduduk yang ada di atas wilayah Kota Kendari.

“Seperti apa faktanya dan kita akan tunggu hasilnya nanti,” tutupnya. (*/b)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Terpopuler

X