KENDARI - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sultra, Atqo Mardianto menyebut, indeks Nilai Tukar Petani (NTP) di Sultra pada Januari 2018 tercatat 94,37 persen dibandingkan dengan Bulan November 2017 sebesar 95,47 atau mengalami penurunan sebesar 1,16 persen dibanding bulan sebelumnya.
"Indeks NTP Sulawesi Tenggara pada Januari 2018 tercatat 94,37 atau mengalami penurunan sebesar 1,16 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 95,47," ujar Atqo dalam konferensi persnya di aula BPS Sultra, Kamis (2/2).
Katanya, Indeks NTP masing-masing subsektor tercatat sebagai berikut, Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) 91,94. Lalu, Subsektor Hortikultura (NTPH) 90,13. Kemudian, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 87,24. Subsektor Peternakan (NTPT) 104,22 dan Subsektor Perikanan (NTNP) 116,03. Sedangkan, Indeks NTP Nasional sebesar 102,92 atau turun sebesar 0,14 persen dari sebelumnya 103,10.
Dijelaskannya, pada Bulan Januari 2018, secara nasional 10 provinsi mengalami kenaikan Indeks NTP, sedangkan 23 provinsi indeks. Kenaikan tertinggi tercatat di Provinsi Aceh yaitu sebesar 0,89 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat di Provinsi Bangka Belitung sebesar 2,46 persen.
"Pada Januari 2018 Provinsi Sulawesi Tenggara tercatat mengalami inflasi perdesaan sebesar 1,31 persen. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada seluruh kelompok konsumsi rumah tangga," ucapnya.
Katanya, untuk kelompok bahan makanan naik sebesar 2,47 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,58 persen; kelompok perumahan 0,56 persen; kelompok sandang sebesar 0,30 persen; kelompok kesehatan 0,45 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,26 persen; serta kelompok transportasi dan komunikasi naik sebesar 0,16
"Semakin tinggi Indeks NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani. Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase)," tutupnya. (p9-p11/b/put)