Jumat, 28 Agustus 2026

Aksi Damai Berlangsung Kondusif, Ketua DPRD Sultra, Kapolda dan Danrem Kompak Temui Massa Aksi

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Senin, 1 September 2025 | 20:47 WIB
Ribuan massa aksi yang tergabung dari sejumlah elemen di Terima Ketua DPRD, Kapolda dan Danrem secara bergantian
Ribuan massa aksi yang tergabung dari sejumlah elemen di Terima Ketua DPRD, Kapolda dan Danrem secara bergantian

Kendari, Rakyatsultra.id - Ribuan mahasiswa yang tergabung bersama sejumlah organisasi masyarakat (ormas) melakukan aksi damai Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin (1/9/2025). Gelombang massa aksi berdatangan sejak pukul 09.00 Wita hingga sore hari, membuat kawasan kantor wakil rakyat tersebut dipadati demonstran.

Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala bersama Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, dan Danrem 143/Haluoleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto langsung menemui pengunjuk rasa.

Hadir pula Wakil Ketua DPRD, Hasmawati (Gerindra), La Ode Frebi Rifai (PDIP). Sejumlah anggota DPRD pun hadir La Isra, La Ode Abdul Muzaffar, dan Abd Azis (Gerindra), Wisra Wastawati (PBB), Suwandi Andi (PAN), Syahul Said (NasDem) dan lainnya. Adapula Kapolresta Kendari, Kombes Pol Edwin Louis Sengka.

Kapolda Irjen Didik, Brigjen Wahyu, Ketua DPRD Tariala, bersama pimpinan DPRD lainnya, pun menemui dan menerima pendemo yang datang silih berganti. Pihak Forkompinda Sultra itu menerima elemen massa aksi di ruang aspirasi secara bergantian. Namun sayangnya, tak terlihat hadir pihak eksekutif dalam hal ini dari Pemerintah Provinsi Sultra, baik Gubernur, Wakil Gubernur maupun Sekda Sultra.

Belasan elemen masa itu berasal dari Cipayung Plus, KBM UHO, BEM UMK, HMI, BEM IAIN Kendari, Gerbang Kota Lama hingga Tamalaki Sultra membawakan sejumlah tuntutan.

Adapun tuntutan massa aksi antara lain: Mendesak DPRD Sultra mengeluarkan rekomendasi agar pemerintah pusat segera mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset, menolak kenaikan tunjangan DPR RI, menuntut transparansi pengelolaan APBN dan APBD, percepatan dan transparansi proses hukum oknum Brimob Polri yang menyebabkan tewasnya (ojol) Affan Kurniawan.

Selain itu, menuntut DPR RI melalui DPRD Sultra merekomendasikan untuk mencopot Kapolri, karena tindakan represif anggotannya, menuntut pembebasan mahasiswa dan aktivis yang ditangkap di berbagai daerah saat gelombang unjuk rasa beberapa hari terakhir dan menuntut evaluasi menyeluruh proyek strategis nasional yang ada di Sulawesi Tenggara.

Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala mengatakan akan mendengar semua aspirasi dan tuntutan serta berkomitmen menindaklanjuti semua apa yang menjadi tuntutan masa aksi. Bahkan, pihak DPRD Sultra langsung menandatangani sejumlah tuntutan.

Pihaknya berkomitmen atas nama lembaga DPRD Prov. Sultra, siap memperjuangkan bersama masyarakat Sultra dan teman-teman mahasiswa untuk menuntut DPR segera mengesahkan apa yang menjadi tuntutan masa aksi.

Di sore hari, Pimpinan DPRD bersama Kapolda dan Danrem pun menerima KMB UHO hingga BEM Teknik serta mengajak berdialog langsung. Suasana keakrabran ketika para pimpinan DPRD Sultra bersama Forkompinda Sultra duduk melantai bersama-sama mahasiswa.

Ketua DPRD Sultra didampingi unsur pimpinan dan sejumlah Anggota DPRD Sultra juga membacakan apa yang menjadi tuntutan masa aksi setelah ditandatangani.

Hingga, sekitar pukul 18:00 Wita terlihat masa aksi membubarkan diri secara tertib dan pihak TNI polri pun demikian. rs

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Terpopuler

X