Jumat, 28 Agustus 2026

Sejumlah Jurus Ampuh Pemkot Turunkan Angka Stunting

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Jumat, 23 Februari 2024 | 10:17 WIB
Rapat percepatan penurunan stunting, disalah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (22/2).
Rapat percepatan penurunan stunting, disalah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (22/2).

KENDARI, rakyatsultra.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berupaya mempercepat penurunan angka stunting di Kota Kendari, untuk mencapai target nasional sebesar 14 persen pada tahun 2024 ini. Sejumlah strategi hingga program khusus digalakkan untuk mencapai target tersebut.


Penjabat Wali Kota Kendari Muhammad Yusup mengatakan, Pemkot Kendari serius dan berkomitmen mengatasi masalah stunting di Kota Kendari, melalui berbagai program-program dalam pencegahan stunting yakni dengan edukasi gizi, pelayanan kesehatan masyarakat, dan mengalakkan program Orangtua Asuh Stunting.


"Menangani stunting ini perlu dengan pendekatan holistik, dimana semua pihak harus terlibat dan tepat sasaran," ucap Muhammad Yusup saat rapat terkait penurunan stunting, Kamis (22/2).
Oleh karenanya, dirinya meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat dan lurah untuk bersamsa-sama mengimplementasikan program--program pencegahan stunting dengan baik.


"Camat dan lurah harus mengetahui warganya yang beresiko stunting agar nantinya lebih mudah dalam melakukan intervensi, begitu pula pelayanan kesehatan baik di puskesmas maupun posyandu harus ditingkatkan pelayanannya" ujarnya.


Dirinya mengungkapkan, saat ini angka stunting Kota Kendari sebesar 19,5 persen, yang sebelumnya pada angka 24 persen di tahun 2021.
"Ini menunjukkan Kota Kendari dapat menurunkan angka stunting sebesar 4,5 persen, dan kami akan terus berupaya untuk mencapai target nasional yakni sebesar 14 persen," katanya.


Untuk itu, dirinya menekankan agar terus dilakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan stunting, yang diprioritaskan mulai dari calon pengantin, ibu hamil, baduta dan balita.
"Mereka diberikan pemahaman terutama pemenuhan makanan yang bergizi, karena gagal tumbuh pada anak erat kaitannya dengan asupan atau pola makannya," jelasnya. EFN/RS

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Tim Gerak Jalan SMPN 1 Wantim Tampil Memukau

Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:16 WIB

ATR/BPN Ungkap PT. MS Tak Pernah Ajukan HGU

Senin, 11 Agustus 2025 | 18:40 WIB

Wali Kota Janji Bakal Tertibkan Parkir di Baubau

Selasa, 29 Juli 2025 | 10:42 WIB
X