mancanegara

Indonesia dan Amerika Serikat Jajaki Kerja Sama Pengembangan Ekosistem AI

Rabu, 7 Februari 2024 | 10:16 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria dan US Acting Special Envoy for Critical and Emerging Technology Dr. Seth Center di Brdo Congress Centre, Slovenia.

rakyatsultra.id - Kerja sama pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam rangka tindak lanjut pengembangan ekosistem AI khususnya di Indonesia.

Indonesia diwakili oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria sedangkan Amerika Serikat diwakili oleh Dr. Seth Center selaku US Acting Special Envoy for Critical and Emerging Technology.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria dalam keterangan persnya, Selasa, menjelaskan pembicaraan dalam kerja sama itu, yaitu bagaimana Tata Kelola AI yang sedang berlangsung di Amerika dan sejumlah persoalan Tata Kelola kecerdasan buatan secara global.

Pertemuan bilateral tersebut sebagai bagian dari rangkaian Forum Global UNESCO tentang Etika AI di Brdo Congress Centre, Slovenia, Senin (5/2) waktu setempat.

Menurut dia, komitmen Indonesia dalam mengembangkan teknologi AI memerlukan dukungan kerja sama dengan negara besar seperti Amerika Serikat.

"Saya kira ini kesempatan yang baik juga untuk mempertajam, memperkuat, dan mendorong lebih maju lagi transfer pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan AI ini dengan negara-negara besar seperti Amerika," jelasnya.

 

Wamenkominfo menyatakan Indonesia dan Amerika Serikat telah menjalin hubungan kerja sama erat di bidang digital. Salah satunya mengenai pengembangan sumberdaya manusia atau talenta digital.

"Kementerian Kominfo sudah memiliki Program Digital Talent Scholarship yang bekerjasama dengan sejumlah universitas di Amerika Serikat. Diantaranya dengan Stanford University, Institut Teknologi Massachusetts (MIT), dan Harvard University," ujarnya.

Program DTS merupakan salah satu pelatihan unggulan Kementerian Kominfo untuk melatih kemampuan dan pengembangan kompetensi talenta digital di level intermediate.

Sejak 2018, program ini ditargetkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa di era Industri 4.0, serta mampu memenuhi kebutuhan tenaga terampil di bidang teknologi.

Dalam Program DTS terdapat banyak akademi, yaitu Fresh Graduate Academy (FGA), Vocational School Graduate Academy (VSGA), Thematic Academy (TA), Professional Academy (ProA), Government Transformation Academy, Digital Entrepreneurship Academy (DEA), dan Talent Scouting Academy (TSA). FJR/RS

Tags

Terkini

Elon Musk: 20 Tahun Lagi Kerja Cuma jadi Hobi

Sabtu, 22 November 2025 | 20:15 WIB

Trump Ancam Rusia dengan Rudal Tomahawk

Senin, 13 Oktober 2025 | 19:09 WIB

Elon Musk Pamerkan Robot Tesla Optimus

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 19:55 WIB

Elon Musk Berpotensi Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Sabtu, 6 September 2025 | 21:22 WIB

Mengapa Turki Mulai Produksi Massal Tank Tempur..

Sabtu, 6 September 2025 | 21:05 WIB

Rusia Bakal jadi Penengah Konflik Israel-Iran

Sabtu, 14 Juni 2025 | 14:15 WIB