mancanegara

China Cuci Otak Warga Tibet lewat Pendidikan di Asrama

Jumat, 2 Februari 2024 | 13:05 WIB
Ilustrasi.

rakyatsultra.id - Tindakan pelanggaran hak asasi manusia diduga kerap dilakukan China terhadap warga Tibet, salah satunya dengan menjauhkan mereka dari budaya dan keyakinan nenek moyang.

Hal itu diungkap oleh anggota parlemen Tibet yang diasingkan di India, Tenzin Choezin, dalam pertemuan Forum Kerjasama India-Tibet, seperti dikutip dari ANI News pada Jumat (2/2).

Menurut penuturan Choezin, pemerintah China telah mengirim anak-anak Tibet di atas usia tiga tahun secara paksa ke sekolah berasrama yang dioperasikan Beijing.

"China menggunakan Asrama untuk menjauhkan anak-anak dari budaya, bahasa dan tradisi asli mereka. Dengan cara ini China lebih mudah menyusupkan pemahaman mereka pada warga Tibet," ungkapnya.

Choezin mengatakan, China tidak akan pernah membiarkan Tibet lepas dari pengawasan mereka.

"China merasa takut meski ada yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Dalai Lama. China selalu berperilaku seperti anak kecil yang merasa tidak aman," tuturnya.

Lebih lanjut, Choezin juga mendukung seruan, yang dibuat di beberapa tempat di India, untuk memboikot produk-produk murah China.

"China menciptakan ketegangan di perbatasan India dan negara-negara lain dengan menyalahgunakan uang yang diperoleh melalui ekspor ini," pungkasnya. RMOL/RS

Tags

Terkini

Elon Musk: 20 Tahun Lagi Kerja Cuma jadi Hobi

Sabtu, 22 November 2025 | 20:15 WIB

Trump Ancam Rusia dengan Rudal Tomahawk

Senin, 13 Oktober 2025 | 19:09 WIB

Elon Musk Pamerkan Robot Tesla Optimus

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 19:55 WIB

Elon Musk Berpotensi Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Sabtu, 6 September 2025 | 21:22 WIB

Mengapa Turki Mulai Produksi Massal Tank Tempur..

Sabtu, 6 September 2025 | 21:05 WIB

Rusia Bakal jadi Penengah Konflik Israel-Iran

Sabtu, 14 Juni 2025 | 14:15 WIB