Jumat, 28 Agustus 2026

Bahas Penyelesaian Konflik Israel dan Gaza, Arab Saudi Akan Adakan KTT Negara Islam

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 9 November 2023 | 10:08 WIB
Menteri Investasi Arab Saudi akan mengadakan KTT Negara Islam untuk membahas konflik di Gaza saat acara di Bloomberg New Economic Forum di Singapura.
Menteri Investasi Arab Saudi akan mengadakan KTT Negara Islam untuk membahas konflik di Gaza saat acara di Bloomberg New Economic Forum di Singapura.

rakyatsultra.id - Konflik antara Israel dan Palestina sejak 7 Oktober lalu mendorong negara – negara Arab dan negara Islam lainya untuk melakukan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT).

Dilansir dari Reuters (8/11), Menteri Investasi Arab Saudi, Khalid Al-Falih mengatakan, negaranya akan menjadi tuan rumah pertemuan negara – negara islam.

“Kita akan lihat, minggu ini, dalam beberapa hari ke depan Arab Saudi akan mengadakan pertemuan puncak darurat Arab di Riyadh,” kata Khalid Al-Falih, saat acara Bloomberg New Economic Forum di Singapura.

Ia menambahkan bahwa pertemuan darurat antar negara Arab, untuk membahas dan mendorong penyelesaian konflik di Jalur Gaza.

“Dalam beberapa hari Anda akan melihat Arab Saudi menyelenggarakan KTT Islam,” katanya.

“Dalam jangka pendek, tujuan diadakannya ketiga KTT ini dan pertemuan-pertemuan lainnya di bawah kepemimpinan Arab Saudi adalah untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai." Tambahnya.

Sementara itu, Presiden Iran, Ebrahim Raisi dijadwalkan akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk menghadiri KTT tersebut.

Dalam sebuah berita Etemadonline menyebut, Hal itu merupakan kunjungan setelah mengakhiri permusuhan dengan Riyadh selama bertahun-tahun.

Sebagai informasi, Israel telah memperluas dominasi serangan di jalur Gaza baik dari udara maupun darat yang mengakibatkan bertambahnya korban jiwa.

Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas mengatakan bahwa jumlah korban tewas di Gaza per Selasa (7/11) telah mencapai 10.328 orang, bertambah lebih dari 300 orang dalam sehari.

Jumlah korban tersebut mencakup lebih dari 4.200 anak-anak. 2.641 wanita dan 611 orang lanjut usia.

Pihak kementerian juga melaporkan 25.408 orang lainnya terluka akibat perang ini.

Dunia Internasional juga terus mendesak Israel menghentikan serangan dan melakukan gencatan senjata.

Akan tetapi negara zionis tersebut menolak dengan alasan hal tersebut hanya akan membiarkan Hamas merencanakan serangan lebih matang. JP/RS

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Elon Musk: 20 Tahun Lagi Kerja Cuma jadi Hobi

Sabtu, 22 November 2025 | 20:15 WIB

Trump Ancam Rusia dengan Rudal Tomahawk

Senin, 13 Oktober 2025 | 19:09 WIB

Elon Musk Pamerkan Robot Tesla Optimus

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 19:55 WIB

Elon Musk Berpotensi Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Sabtu, 6 September 2025 | 21:22 WIB

Mengapa Turki Mulai Produksi Massal Tank Tempur..

Sabtu, 6 September 2025 | 21:05 WIB

Rusia Bakal jadi Penengah Konflik Israel-Iran

Sabtu, 14 Juni 2025 | 14:15 WIB

Terpopuler

X