Konawe, rakyatsultra.id - Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari kembali menunjukkan kiprahnya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kali ini, tim PKM UHO yang diketuai oleh Suhartiwi mengangkat tema “Transformasi Desa Garuda sebagai Destinasi Pariwisata Olahraga Berbasis _Community-Based Tourism_ untuk Pemberdayaan Masyarakat Lokal”.
Desa Garuda, yang berada di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara dipilih sebagai lokasi sasaran program karena memiliki potensi alam yang mendukung pengembangan wisata olahraga, khususnya wisata arung sungai atau _river tubing_. Namun, potensi tersebut selama ini belum dikelola secara optimal, baik dari sisi keterampilan masyarakat maupun standar keselamatan pengunjung.
Melalui pendekatan _community-based tourism_, tim PKM UHO berupaya memastikan bahwa masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam pengelolaan destinasi wisata di desanya. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pemberdayaan, warga dilatih agar mampu mengelola, mengoperasikan, dan menjaga keberlanjutan aktivitas wisata secara mandiri.
Kegiatan PKM yang dilaksanakan, Minggu (28/6/2026) ini difokuskan pada dua pelatihan utama. Pertama, pelatihan keselamatan wisata yang membekali warga dengan pengetahuan dan praktik penggunaan perlengkapan keselamatan seperti _life jacket_ dan helm, sekaligus penyusunan _Standard Operating Procedure_ (SOP) keselamatan wisata air. Kedua, pelatihan pemandu lokal yang disertai simulasi langsung kegiatan _river tubing_, sehingga warga memiliki kompetensi sebagai pemandu wisata yang profesional dan siap melayani wisatawan.
Ketua Tim PKM, Suhartiwi menjelaskan, program ini dirancang agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar transfer pengetahuan satu arah.
"Dengan dibekalinya warga dengan keterampilan keselamatan dan kepemanduan, Desa Garuda diharapkan dapat tumbuh menjadi destinasi wisata olahraga yang aman, profesional, dan berdaya saing, tanpa menghilangkan kendali masyarakat lokal atas sumber daya mereka sendiri,” ujarnya.
Program PKM ini, lanjut Suhartiwi, diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan bagi Desa Garuda untuk memperkuat sektor pariwisata berbasis olahraga air, sekaligus membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus terjalin demi mewujudkan Desa Garuda sebagai contoh nyata pariwisata berbasis komunitas di Sulawesi Tenggara.