LANGARA, rakyatsultra.id - Pemadaman listrik yang terjadi berulang dalam dua pekan terakhir di sejumlah wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) menuai keluhan masyarakat. Kecamatan Wawonii Timur menjadi salah satu daerah yang paling terdampak, hingga mengganggu aktivitas pendidikan, khususnya bagi mahasiswa.
Keluhan tersebut disampaikan oleh salah seorang mahasiswa jarak jauh asal Wawonii Timur, Kelvin Kurniawan, melalui unggahannya di grup Facebook Perubahan Konawe Kepulauan, Minggu (29/3/).
Ia mengungkapkan kekecewaannya karena hingga saat ini persoalan listrik dan jaringan internet masih menjadi kendala yang terus berulang, padahal kebutuhan masyarakat, terutama di bidang pendidikan yang semakin bergantung pada kedua fasilitas tersebut.
"Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali, bahkan tanpa pemberitahuan yang jelas, sangat mengganggu aktivitas kami, terutama dalam mengikuti perkuliahan daring pada akhir pekan," ujarnya.
Menurutnya, sebagai mahasiswa jarak jauh, ketergantungan terhadap listrik dan jaringan internet sangat tinggi. Saat listrik padam, jaringan internet di wilayahnya juga ikut terganggu, sehingga mahasiswa tidak dapat mengikuti perkuliahan, mengumpulkan tugas, maupun mengikuti ujian.
Akibatnya, kata dia, mahasiswa dirugikan secara akademik karena dianggap tidak hadir atau terlambat mengumpulkan tugas, padahal kondisi tersebut terjadi di luar kendali mereka.
"Mungkin ini terkesan subjektif, tetapi inilah kondisi nyata yang kami alami di daerah," tambahnya.
Ia berharap adanya perhatian serius dari pihak PLN, pemerintah daerah, serta penyedia layanan jaringan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan di Wawonii Timur.
Ia juga menekankan agar masyarakat di daerah tidak tertinggal dalam pendidikan hanya karena keterbatasan infrastruktur.
Kelvin menegaskan masyarakat tidak mempermasalahkan pemadaman listrik jika dilakukan untuk keperluan pemeliharaan atau perbaikan. Namun, ia meminta agar ada pemberitahuan yang jelas serta penyesuaian waktu, terutama saat jam perkuliahan dan ujian.
"Di era saat ini, listrik dan internet bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan utama, terutama dalam dunia pendidikan," tutupnya.
General Technical Condition (GTC) Konstruksi dan Pelayanan PLN Unit Langara, GN Widananjaya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (30/3) beralasan bahwa pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini bukan merupakan pemadaman terencana.
Kata ia, gangguan yang menyebabkan pemadaman berulang tersebut umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain pohon tumbang, cuaca ekstrem, serta gangguan dari hewan seperti kelelawar dan kuskus.
"Saat ini, kami bersama tim PLN Langara terus melakukan perbaikan secara bertahap guna meminimalisir terjadinya gangguan serupa. Upaya yang dilakukan meliputi perampalan dan penebangan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik, serta pemasangan penghalang untuk mencegah gangguan dari hewan," jelasnya.