konawe-raya

Bulog Bombana Target 1000 Ton Gabah perhari dengan Harga Nasional

Kamis, 19 Maret 2026 | 12:33 WIB
Kepala Bulog Cabang Bombana, Abdan

RUMBIA - Perum Bulog Kabupaten Bombana terus berupaya untuk memcapai target penyerapan beras untuk di gudang, pasca panen setelah lebaran idul fitri ini Bulog menargetkan 1.000 ton pembelian gabah dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilo gram.

Harga pembelian gabah bulog ke petani ini merupakan keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 tahun 2025 Tentang Perubahan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras. Di mana, gabah dan beras yang dibeli sesuai HPP Rp6.500, adalah Gabah Kering Panen di tingkat petani dengan Kualitas kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%. 

Kepala Bulog Cabang Bombana, Abdan menegaskan, bahwa komitmen ini adalah bentuk nyata keberpihakan negara terhadap petani.

" Penyerapan gabah di tingkat petani tetap sesuai HPP Rp6.500. Tidak boleh ada pembelian di bawah itu. Kami siap menyerap maksimal saat musim panen nanti,” tegas Abdan.

Lebih lanjut Abdan menuturkan, hingga awal Maret 2026, Bulog Bombana bersama wilayah Konawe Selatan (Konsel) telah menyerap sekitar 3.200 ton gabah. Angka ini menjadi fondasi awal sebelum memasuki panen raya yang diperkirakan meningkat signifikan usai Idulfitri.

Dengan target 1.000 ton per hari, Bulog optimistis mampu menjaga keseimbangan antara produksi petani dan ketersediaan stok beras pemerintah.

“Kapasitas gudang sudah kami siapkan lebih banyak. Tidak ada lagi alasan full gudang ke depan. Anggaran untuk membeli gabah juga sudah ready, jadi tidak ada lagi alasan lambat bayar,” ujar Abdan.

Langkah ini diharapkan memberi kepastian kepada petani bahwa hasil panen mereka tidak akan tertahan atau dihargai rendah akibat kendala teknis.

Dalam menjaga agar gabah tidak dibeli di bawah HPP, Bulog juga mendapat pendampingan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Sinergi ini bertujuan mencegah praktik penekanan harga dengan alasan kualitas gabah.

“Kita ingin memastikan tidak ada lagi pembelian di bawah HPP dengan alasan kualitas rendah. Pendampingan ini penting agar harga tetap terlindungi,” jelas Abdan.

Dia menambahkan, Meski demikian, tantangan di lapangan tetap ada. Serangan hama disebut memengaruhi kualitas gabah petani. Untuk itu, penyuluh pertanian diminta aktif memberikan edukasi agar hasil panen memenuhi standar mutu. 

Tags

Terkini