konawe-raya

Presiden Minta Gubernur Sultra dan Bupati Konawe Jaga Investasi

Rabu, 29 Desember 2021 | 06:27 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan PT Virtue Dragon Nikel Industri Park (VDNIP) yang beroperasi di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.   UNAAHA - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) selama dua hari, 27-28 Desember 2021. Kunjungan ini dalam rangka meresmikan mega industri PT Virtue Dragon Nikel Industri Park (VDNIP) yang beroperasi  di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. Selain meresmikan perusahaan industri terbesar se Indonesia timur itu, presiden dua periode ini juga meresmikan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI). Usai meresmikan kedua perusahaan tersebut, Jokowi berpesan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi dan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa untuk menjaga investasi agar memberikan kenyamanan kepada Investor sehingga meningkatkan nilai tambah agar dapat mendongkrak pemasukan negara. "Gubernur Sultra dan Bupati Konawe, jaga Investasi di sini, berikan kenyamanan kepada Investor agar memberikan nilai tambah untuk daerah Sultra khususnya dan secara umum untuk Indonesia," ujar Jokowi dihadapan beberapa Menteri kabinetnya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan efek dari investasi yang ada di Kabupaten Konawe sudah sangat terasa manfaatnya, karena memberikan pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Tak hanya itu lapangan pekerjaan juga terbuka lebar, di mana menurut pihakmega industri PT VDNIP telah mempekerjakan sekitar 27 ribu pekerja. "Sudah sangat luar biasa penyerapan tenaga kerjanya di perusahaan ini, olehnya ini sekali lagi saya sampaikan untuk memberikan kenyamanan investasi. Karena bila berinvestasi nyaman maka masyarakat sekitar akan mendapatkan manfaatnya," katanya. Jokowi menambahkan, dengan adanya investasi, pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah perusahaan akan malaju dengan pesat. Tak hanya itu pemerintah juga akan mendapatkan pajak dan devisa yang tidak sedikit nilainya. "Di wilayah pertambangan tentunya akan tumbuh usaha-usaha baru yang akan menumbuhkan ekonomi sekitar, jadi tak hanya penyerapan tenaga kerja efek dari investasi ini. Dan masih banyak lagi," katanya. Kata dia, keberadaan mega Industri di Kabupaten Konawe, akan membantu kebijakan pemerintah agar tidak lagi mengekspor bahan mentah. Terbukti bila Indonesia tak mengekspor bahan mentah maka akan mendapatkan keuntungan sebesar 28 Miliar USD pertahun, sementara bila mengekspor bahan mentah hanya 1 Miliar USD saja. "Perusahaan ini bisa menghasilkan 1,8 juta ton pertahun vero nikel, dan itu bila dikelola dengan baik sehingga tak mengirim bahan mentah lagi tentunya akan memberikan keuntungan yang berlipat kepada negara khususnya masyarakat Indonesia," pungkasnya. (cr2/b/aji)

Tags

Terkini