H. M. Kasim Pagala
WANGGUDU- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut) rencana melakukan evaluasi realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di semua OPD.
Rencana itu digaungkan karena capaian PAD Konut beberapa tahun terakhir anjlok. Apalagi sejak pandemi covid -19 yang melanda dunia, termasuk Konut, Sulawesi Tenggara.
PAD di sejumlah OPD Pemkab Konut selalu tidak tercapai dari target yang dibebankan. Seperti Dinas PU, Perhubungan, Bappeda, Pariwisata, dan lain-Lainya.
Target PAD yang dibebankan setiap tahun tidak berjalan baik. Sekda Konut, Kasim Pagala menyebut salah satu persoalannya adalah regulasi.
Tentunya, rencana itu menjadi perhatian khusus Pemkab Konut untuk melakukan langka-langka kongrit dalam hal mengevaluasi regulasi dan kinerja OPD Terkait serta mendukung pendapatan daerah agar lebih baik.
"Seperti di PU yang terbagi Menjadi dua PAD Yakni UPTD dan peralatannya, Target Rp1 miliar hanya mencapai 30 %, peralatan dari target Rp16 miliar hanya tercapai Rp 52 juta. Penyebabnya kondisi alat-alatnya sudah rata-rata tua. Banyak perbaikan dan nganggur. Apalagi sudah banyak saingan di Konut yang memiliki alat berat. Swasta punya dan murah dibandingkan kita punya di PU dengan ketentuan PAD mengacu pada Perda," ungkap Kasim.
Menanggapi itu, Dinas Perhubungan Konut mendukung sepenuhnya rencana itu.
Sekdis Perhubungan Konut, Jufri mengatakan, selain mendukung, pihaknya juga memintah Pemkab Konut membentuk tim khusus (Timsus) untuk ditugaskan di lapangan dalam melakukan investigasi terhadap perusahaan. Baik perusahaan di bidang pertambangan nikel, batuan dan jenis usaha lainya yang bandel membayar pajak retribusi.
"Kami sangat mendukung rencana sekda, justru ini baik untuk menjadi bahan acuan kerja kami agar lebih produktif, apalagi kalau pemda sudah buat tim khusus kami akan sangat terbantu. Supaya tidak ada kecurigaan yang timbul bahwa kami bermalas-malasan untuk kerja di lapangan" terang Jufri saat di jumpai di ruang kerjanya Kamis, (6/10/2021). (p3/b/aji)