Suasana pelatihan yang dilakukan oleh Tim PKW UMK dan UHO kepada masyarakat di Desa Torokeku, Konsel. Foto: Dirma/Rakyat Sultra.
KENDARI - Dalam upaya meningkatkan kualitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Desa Torokeku, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Tim Program Kemitraan Wilayah (PKW) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) dan Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan pengembangan terhadap rumput laut menjadi berbagai macam olahan.
Tim PKW UMK dan UHO yang beranggotakan, Iin Nurdiyanti, S.Tp.,M.Sc, Dr.Fajriah, S.Pi.,M.Si, Sri Fatma Sari S.Pi.,M.Si dan Suwarjoyowirayatno, S.Pi.,M.Si berusaha mengedukasi masyarakat di Desa Torokeku dengan memperkenalkan potensi yang bisa dikembangkan dari rumput laut menjadi berbagi olahan yang memiliki nilai jual.
Ketua Tim, Iin Nurdiyanti mengungkapkan, tujuan timnya hadir di Desa Torokeku yaitu untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada para masyatakat bahwa Rumput Laut yang mereka budidayakan selama ini bisa di olah menjadi berbagai macam pangan yang enak dan bergizi serta mempunyai nila ekonomi. Sehingga kesejateraan masyarakat di Desa Tarokeke bisa meningkat.
Lanjutnya, rumput laut dapat diolah menjadi stik rumput laut, bakso rumput laut dan mie rumput laut. Berbagai jenis olahan ini dipilih dengan tujuan agar masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai usaha olahan rumput laut sebagai potensi Desa Torokeku.
"Jenis pengolah Rumput Laut pembuatannya sangat mudah karena hanya membutuhkan bahan-bahan dan alat sederhana yang mudah diperoleh. Jika pengelolaannya digeluti dengan serius dapat menjadi peluang industri usaha rumah tangga, dengan begitu kualitas ekonomi masyarakat di Desa Torokeku dapat meningkat," ungkapnya.
Ia mengatakan, pelaksanaan PKW ini dilakukan pada hari Sabtu, 3 Juli. Selain pihaknya melakukan edukasih pengolahan Rumput Laut kepada pada masyarakat, timnya juga memberikan solusi dalam menangani sampah rumah tangga.
Lanjutnya, sampah rumah tangga selalu menjadi masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Padahal sampah jenis ini sebenarnya dapat memberikan banyak manfaat diantaranya menjadi komposter pupuk cair dan hand sanitizer (pembersih tangan).
"Selain kita melakukan edukasi pengolahan rumput laut kami juga memberikan solusi Bagaimana mengatasi masalah sampah agar menjadi bahan yang bisa digunakan seperti pupuk atau hand sanitizer. Alhamdulillah pelaksanaan pkw yang kami lakukan di Desa Torokeku, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan berjalan dengan lancar. Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada pada pemerintan dan masyarakat serta seluruh stakeholder yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan pelaksanaan program ini," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Torokeku, Enteng mengatakan, ia sangat berterima kasih kepada tim PKW UMK dan UHO atas kehadirannya di Desa Torokeku. Di mana kehadiran mereka sangat membawa manfaat bagi masyarakat, dengan edukasi yang diberikan oleh para tim PKB masyarakat bisa melakukan pengolahan terhadap rumput laut menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
"Masyarakat sangat membutuhkan pelatihan olahan rumput laut yang variatif agar dapat menjadi alternatif usaha. Selain itu yang tak kalah menariknya adalah pelatihan pembuatan sabun cair rumput laut. Untuk itu kami sangat berterima kasih kepada Tim PKW UMK dan UHO atas ilmu yang diberikan, semoga kedepannya ada lagi pelatihan yang seperti ini Sehingga kesejahteraan masyarakat di Desa Torokeku bisa meningkat," harapnya. (cr5/b/aji)