konawe-raya

Kery Kirim 1000 Ton Beras ke Sulawesi Utara

Kamis, 27 Mei 2021 | 09:28 WIB
  Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa didampingi Kepala Bulog Konawe saat melepas 1.000 ton beras ke  Bitung, Sulawesi Utara. Foto: IST.   UNAAHA - Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa melepas secara simbolis 1.000 ton beras yang akan dikirim ke Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Seremoni pelepasan berlangsung di Depot Logistik (Dolog) Bulog Konawe. Ini membuktikan bahwa Kabupaten Konawe adalah daerah lumbung beras di Sulawesi Tenggara (Sultra). Bagaimana tidak, Selain menjadi penopang kebutuhan beras untuk wilayah Bumi Anoa, ekspansi pengiriman beras Konawe juga sudah merambah keluar provinsi. Pelepasan 1.000 ton beras untuk disalurkan ke Sulut tersebut, sebagai bentuk penjamin ketahanan pangan seluruh Indonesia. Sebelum melepas seribu ton beras ke Sulut, Bupati Konawe dalam sambutannya mengatakan hal ini dilakukan Pemkab Konawe sebagai bentuk dalam mengatasi membeludaknya hasil panen padi petani di bumi Konawe. Lanjutnya, hal itu adalah langkah awal dalam penyaluran stok beras Bulog yang telah melebihi kapasitas tampung gudang Bulog yang hanya dapat menampung sebanyak 17 sampai 18 ribu ton gabah kering giling. "Saya baru tahu tadi kalau hasil panen petani kali ini telah mencapai 200.000 ton dan yang dapat dilayani Bulog itu hanya mencapai 17 sampai 18 ribu ton gabah," jelasnya. Politikus Partai Amanat Nasional itu, menuturkan, sebagai bagian pemerintah, ia akan mengupayakan pembelian harga gabah panen basah itu dapat mencapai Rp 4.000 sampai Rp 5.000 agar petani di Konawe juga dapat sejahtera. Hingga saat ini dirinya masih berupaya agar pendistribusian beras dari Bulog bisa lebih ditingkatkan lagi. Menurutnya, jika pendistribusian lancar maka penyerapan beras dari petani oleh Bulog juga bisa meningkat. “Kalau pendistribusian tinggi, maka Bulog akan menyerap lagi. Kalau serapan makin tinggi maka petani kita akan diuntungkan, karena pembelian gabah oleh Bulog itu senilai Rp4.200 per kilogram. Kalau pun ada pembelian di bawahnya, itu permainan tengkulak. Ini yang akan kita putus mata rantainya,” jelasnya. Bupati dua periode itu menerangkan, dalam waktu dekat dirinya akan mengeluarkan peraturan bupati (Perbup) soal tunjangan beras ASN yang harus dibeli dari Bulog. Selain itu, Kery juga menyatakan bahwa beras Bulog juga akan menyasar perusahaan sawit dan juga industri smelter, seperti VDNI dan OSS di Kecamatan Morosi. Dirinya juga sebelumnya telah memantau di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, menurutnya masih ada beberapa yang kekurangan stok beras. Ia juga telah berkomunikasi ke PT VDNI agar mengambil beras di Bulog Konawe. "Saya telah berkoordinasi dengan pihak PT VDNI untuk mengambil beras di Bulog Konawe dan itu diiyakan, dan saya berharap pihak Bulog memberi catatan harga beras yang ada," pungkasnya. Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Konawe, Yusran Yunus melaporkan, beras yang dikirim ke Sulut tersebut merupakan beras pengadaan 2021 hasil panen petani Konawe. Menurutnya, tidak sulit bagi Konawe untuk mendapatkan beras. Selama 24 hari kerja pada bulan April, petani Konawe bahkan sudah mampu menghasilkan 4.750 ton beras. “Per hari antrean truk masuk itu bisa sampai 30 yang membawa beras hasil panen petani,” ujarnya. Banyaknya produksi beras di Konawe lanjut Yusran, membuatnya perlu mengusul agar pihaknya bisa mengirim beras keluar provinsi. Hal itu pun disetujui dan pihaknya langsung mengirim beras ke daerah defisit, seperti Sulut, terkhusus daerah Bitung. “Pengiriman 1.000 ton beras ke Sulut ini tentu tidak lepas dari dukungan dari Pemda Konawe yang terus menggenjot produksi beras di tingkat petani,” jelasnya. Yusran juga berterimakasih kepada Bupati Konawe karena telah membuka keran pendistribusian beras Bulog ke lini lainnya. Misalnya, program tunjangan aparatur sipil negara, pendistribusian ke perusahaan sawit dan industri smelter di Morosi. “Kalau pendistribusiannya beras dari Bulog lancar, maka penyerapan beras ke petani juga akan lancar. Ini akan sangat menguntungkan petani kita,” terangnya. Yusran menjelaskan, proses pendistribusian beras ke sulut menggunakan 40 truk. Masing-masing truk memuat 25 ton. Pengiriman via jalur laut bakal memakan waktu hingga tiga pekan ke depannya, karena kapal akan transit dahulu ke Surabaya. “Mohon doanya, semoga berasnya lancar sampai ke tempat tujuan. Semoga beras ini juga bisa membawa kesan yang baik di Sulut, sehingga nama Konawe bisa lebih kenal lagi,” tutupnya. (cr2/b/aji)

Tags

Terkini