konawe-raya

DLH Sidak PT UAM soal Bau Busuk yang Resahkan Warga di Konawe

Senin, 22 Maret 2021 | 06:19 WIB
Pabrik kelapa sawit yang beroperasi di Kecamatan Pondindaha Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto : Ashry/Rakyat Sultra.   UNAAHA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Perusahaan Kelapa Sawit PT Utama Agrindo Mas (UAM) yang beroprasi di Desa Wawolahambuti, Kecamatan Pondidaha, Konawe, Jumat (19/3/2021). Sebelumnya aroma bau busuk yang diduga keras berasal dari limbah pabrik kepala sawit PT UAM itu meresahkan warga tiga desa. Ketiga desa tersebut yakni Desa Wawolemo, Amesiu, dan Desa Tirawuta Kecamatan Pondindaha, Konawe, Sultra. Limbah bau busuk dari pabrik sawit itu dirasakan warga sudah dua bulan terakhir. Tidak hanya itu, pengendara dari arah Kota Kendari menuju Kota Unaaha, Ibu Kota Kabupaten Konawe dapat merasakan bau tak sedap ini saat melintas di tiga desa tersebut. Kepala DLH Konawe Ilham Jaya menyebut sumber bau busuk itu dari perusahaan PT UAM yang beroperasi di Kecamatan Pondindaha. Bahkan ia mengaku, ini bukan kali pertama DLH Konawe melakukan kunjungan ke perusahaan sawit tersebut. "Kami sudah sering melakukan kunjungan di perusahaan ini. DLH kan merupakan bagian dari pengawasan kemudian pembinaan terhadap suatu usaha. Saat Ini kita fokus di bau itu. Kami dari DLH ada SOP tentang pengaduan. nah dari pengaduan itu baru dilakukan tindak lanjut. Bukan berarti DLH melakukan pembiaran," jelasnya. Ilham menerangkan, dia bersama tim yang didalamnya ada seksi pencemaran, pengaduan dan seksi pengawasan terjun langsung melakukan verifikasi lapangan terhadap aduan dari masyarakat terkait bau busuk dari limbah pabrik kelapa sawit PT UAM yang beroperasi di Kecamatan Pondindaha ini.   Pabrik kelapa sawit yang beroperasi di Kecamatan Pondindaha Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto : Ashry/Rakyat Sultra.   Dari hasil verifikasi DLH Konawe di lapangan, pihak perusahaan PT UAM berjanji dalam waktu dekat akan berupaya semaksimal mungkin untuk menghilangkan bau tak sedap yang sangat meresahkan warga di tiga desa tersebut. "Rekomendasinya itu beberapa tindak lanjut yang harus dilakukan pada dugaan pencemaran bau busuk dari pabrik ini. Seperti salah satu contoh, perusahaan sudah melakukan upaya untuk menyiapkan bakteri. Kami harap perusahaan secepatnya memenuhi bakteri yang diperlukan di kolam itu," pungkasnya. Sementara itu, Manager PT UAM, Wasito mengungkapkan jauh sebelumnya perusahaan telah berupaya untuk menghilangkan bau tak sedap ini. Namun kenyataannya aroma bau busuk tersebut masih saja meresahkan warga di tiga desa yang tak jauh dari perusahaan tersebut. "Kita sudah berupaya dari dulu bahwa di limbah harus meniadakan bau. Kita sudah memberikan bakteri terhadap limbah pabrik kita. Namun memang bau ini tidak langsung hilang. Kita berikan dulu bakteri, jadi tidak serta merta bau itu langsung hilang, pasti butuh waktu," ungkapnya. Wasito berharap dengan diberikannya bakteri terhadap kolam pada penampungan limbah dapat segera menghilangkan bau tak sedap yang sangat meresahkan warga. "Mudah-mudahan setelah kita berikan bakteri baunya bisa berkurang bahkan mungkin bisa langsung hilang," katanya. (cr2/b/aji)

Tags

Terkini