konawe-raya

Karang Taruna Morosi Dukung Pemda soal Perekrutan 5000 TKL

Senin, 27 Juli 2020 | 08:02 WIB
Dedy, Ketua Karang Taruna Morosi     UNAAHA - Pemerintah Kabupaten (Konawe) secara resmi telah mengambil alih perekrutan tenaga kerja lokal (TKL) yang akan bekerja di perusahaan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stailes Steel (OSS) di Kecamatan Morosi, Konawe. Bahkan perekrutan 5000 TKL tersebut, Pemkab Konawe melibatkan Aparat Penegak Hukum (APK) yakni Kepolisian Resor (Polres) Konawe dan Kejaksaan Negeri Konawe guna mencegah praktik pungli yang selama ini terjadi di lingkar tambang tersebut. Namun pada Sabtu (25/7/2020) terjadi aksi demonstrasi penolakan calon TKL di daerah lingkar industri di Kecamatan Morosi. Demo tersebut diduga didalangi oleh oknum karyawan perusahaan PT VDNI dan PT OSS dengan mengatasnamakan masyarakat setempat. Pendemo menginginkan agar perekrutan karyawan kembali dilakukan oleh pihak perusahan, seperti sebelumnya. Jangan ada campur tangan Pemda, apalagi APH sebagaimana proses perekrutan yang terjadi hari ini di Pemda Konawe. Menanggapi hal tersebut, kalangan pemuda yang berada di areal tambang Morosi mengapresiasi langkah Pemda yang terlibat dalam proses rekruitmen TKL yang akan bekerja di perusahaan Industri tersebut. Ketua Karang Taruna Morosi, Dedi mengatakan, polemik persoalan perekrutan karyawan yang terjadi di kawasan industri Morosi itu, perlu kehadiran pemda untuk ikut menata dan mengatur persoalan yang terjadi. "Dalam perekrutan TKL di perusahaan tersebut bukan rahasia lagi, bahwa memang adanya pungutan liar yang dimainkan oleh beberapa oknum. Secara otomatis akan ikut berdampak pada hilangnya kesempatan kerja terhadap masyarakat lingkar tambang khususnya dan masyarakat kabupaten konawe pada umumnya,” tuturnya. Dedi mengungkapkan bahwa semua ini sudah jelas bertentangan dengan keinginan semua pihak dalam menekan angka pengangguran di Negara Indonesia, khususnya di Kabupaten Konawe. “Tugas kita adalah bersama mendukung momen yang telah dibangun antara perusahaan dan Pemda Konawe. Tidak ada alasan untuk menolak, ini untuk kebaikan daerah dan investasi ke depan,” ungkapnya. Aktivis lingkar tambang ini berharap hubungan industrial dilingkar perusahaan semakin baik, yang mana didalamnya telah melibatkan Pemda Konawe, masyatakat sekitar dan perusahaan itu sendiri selaku investor. (cr2/b/aji)

Tags

Terkini