KENDARI - Tidak ada orang sukses lahir dalam satu malam, begitu juga perjalanan Muhammad Syakir, akrab dipanggil Ogen, Direktur Utama PT Cahaya Mandiri Perkasa (PT CMP) di Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut berhasil membuka lapangan pekerjaan untuk puluhan masyarakat Konawe Utara
Sebelum meraih kesuksesan saat ini, putra daerah Kabupaten Konawe Utara itu terlahir dari keluarga yang memiliki keterbatasan dalam hal finansial, Ogen tergerak untuk mandiri, dalam segenap keterbatasannya dirinya mampu menjelma menjadi pengusaha jasa pertambangan
Pria kelahiran 35 tahun lalu itu, mengawali kariernya sebagai tukang ojek pangkalan selama dua tahun di salah satu pasar modern di Kota Kendari. Setelah itu dirinya diterima di perusahaan jasa pertambangan dan menjadi sopir di perusahaan tersebut.
Namun, perjalanannya tak semulus yang diharapkan. Di tahun 2014, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pelarangan Ekspor Bahan Mineral Mentah-emas, nikel, bauksit, bijih besi, tembaga, dan batu bara. Dalam PP tersebut, diatur antara lain ekspor konsentrat dengan batasan kadar tertentu masih diperbolehkan sampai adanya smelter.
Imbas dari kebijakan pemerintah tersebut, membuat perusahaan tempatnya bekerja harus berhenti beroperasi dan tutup untuk sementara waktu. Dia pun kembali menggeluti pekerjaannya sebagai tukang ojek pangkalan di Kota Kendari.
Tak berselang setahun, dia menerima ajakan oleh pamannya Asmar Azis untuk beradu nasib di area pertambangan di Desa Marombo Kabupaten Konawe Utara sebagai pekerja serabutan.
Karena kegigihan dan kerja keras yang dimilikinya , Ogen pun mendapatkan penawaran pekerjaan sebagai driver di PT Jasa Bersama Sahabat (JBS).
" 1 x 24 jam, tidak ada siang dan malam saya jalani, karena saya yakin sudah seperti ini jalan hidup yang sudah ditetapkan untuk saya," ucapnya
Tidak butuh lama dirinya bergelut dengan kerasnya di di dunia pertambangan. Dengan modal kepercayaan, Kejujuran, kegigihan, kerja keras, dan sedikit keberuntungan, dirinya mampu mengubah nasib. yang awalnya hanya seorang tukang ojek pangkalan, dia mampu menjadi kontraktor pembuatan ramdor (jembatan kapal) untuk kapal bongkar muat.
Tak lama kemudian, bermodalkan dari tabungan miliknya dia membuat sebuah perusahaan bernama PT CMP yang bergerak di bidang jasa pertambangan. Pada awal beroperasi, PT CMP banyak masalah yang dialami dalam menjalani usahanya. Walaupun begitu, Ogen yang merupakan putra sulung dari empat bersaudara tersebut mengaku tetap ikhtiar menjalani kehidupan, karena dengan begitu cobaan hidupnya akan terlewati, dan dirinya tetap optimistis usaha yang ditekuninya itu akan berkembang pesat.
"Berikhtiar, kerja keras dan tekad yang besar menjadi kunci utama untuk berhasil di dalam hidup, dan bagaimana nantinya diri kita ini berguna dan bermanfaat untuk orang lain " tutur Ogen
Ogen mengaku, PT CMP semakin berkembang setelah dirinya bertemu dan merekrut Mr Wang sebagai ahli geologis di perusahaannya.
"Pada saat PT CMP berdiri saya belum terlalu paham dengan bisnis ini, kebetulan saat itu saya bertemu Mr Wang, karena melihat kemampuan Mr Wang sebagai teknisi pertambangan dan hebat dalam menentukan kadar ore," kata Ogen.
Banyak pengalaman hidup yang ia dapatkan dari semua pekerjaan yang telah dilakoni. berbisnis harus dimulai dari mental yang matang. Rasa percaya diri, dan kemampuan yang dimiliki akan membuat orang lain percaya.
Modal lainnya adalah menjaga kepercayaan yang sudah diberikan. Kepercayaan itu harus dianggap kesempatan terakhir sehingga harus dirawat.
Saya berharap apa yang saya capai sampai saat ini, bisa bermanfaat untuk orang lain . Karena bermanfaat untuk orang lain akan menambah indah dan manisnya kesuksesan itu. Karena pada dasarnya kesuksesan itu tidak hanya berupa materi saja, tetapi bisa juga berupa nonmateri.
"Saya menjadikan kebermanfaatan bagi orang lain itu sebagai pondasi hidup saya. untuk masalah hasil dari usaha yang dilakukan biarkan orang lain yang menilai," pungkasnya. (p2/b/aji)