Bupati Konut, Ruksamin membagi-bagikan paket sembako kepada warga Konawe terdampak Covid-19.
KONAWE - Jika Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa membagi-bagikan paket sembako di Kota Kendari, lain lagi dengan Bupati Konawe Utara (Konut), Ir Ruksamin. Dia datang membawa bantuan paket sembako di Kabupaten Konawe.
Namun sang Bupati Konut itu datang membawa bantuan sebagai alumni SMAN 1 Wawotobi, Kabupaten Konawe. Ruksamin membagikan 200 paket sembako dan 1000 masker kepada warga terdampak Covid-19 di Desa Wawo One dan Puudai, Kabupaten Konawe, Rabu (6/5/2020). Setiap paket sembako terdiri atas beras 5 kilo ditambah mi instan dan minyak goreng.
Selaku Ketua IKA Alumni SMA Negeri 1 Wawotobi, Ruksamin mengatakan, pembagian sembako tersebut merupakan bentuk kepedulian alumni SMAN 1 Wawotobi terhadap warga terdampak Covid-19 di Konawe.
"Kami dari alumni IKA alumni SMAN 1 Wawotobi akan membantu box sterilisasi yang dilengkapi dengan Biosel Konasara ke Iima rumah ibadah (masjid). Kelima masjid yang akan dibantu tersebut yakni Masjid Wawotobi, Masjid Ambekairi, Al Hikmah di Kelurahan lnolobunggadue, Masjid AI Munawwarah Puday dan Masjid Kelurahaan Unaaha (Puasaa)," ungkapnya.
Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMAN 1 Wawotobi selanjutnya membagikan ratusan masker di pasar sore Lalohao, Desa Lalohao Kecamatan Wonggeduku kepada penjual dan pengunjung pasar tersebut. Di pasar rakyat tersebut, Ruksamin langsung membagikan masker kepada para penjual sayur dan penjual sembako. Termasuk kepada pengunjung pasar yang tidak menggunakan masker.
Kepada para pedagang dan pengunjung di pasar sore, Ruksamin mengimbau untuk tetap patuh kepada imbauan pemerintah selalu menggunakan masker saat keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.
Kemudian di kegiatan terakhir, Ruksamin bersama seluruh pengurus IKA SMAN 1 Wawotobi menyerahkan takjil dan masker kepada Pengurus Pesantren Hidayatullah, Kelurahan Toriki, Kecamatan Unaaha sebagai program safari ramadan.
Sekretaris IKA SMAN 1 Wawotobi Mustaring, SP menambahkan, gerakan ini murni gerakan kemanusiaan. Alumni semua tingkatan terpanggil untuk berbagi di tengah wabah corona.
"Jadi jangan lagi dipolitisasi, ini bukan gerakan politik. Sekali lagi saya katakan, ini murni gerakan kemanusiaan," pungkasnya. (cr2/b/aji)