Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa.
KONAWE, RS - Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa menolak keras rencana kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing asal China ke industri smelter PT VDNI di Kecamatan Morosi, Kabuaten Konawe, Provinsi Sultra.
Kendati demikian, Kery mengaku tetap akan mengikuti perkembangan sikap pemerintah pusat. Kalau pemerintah pusat tidak ada masalah, pihaknya juga akan mengikut. “Kita Tolak, selain itu kita juga kecewa dengan mereka. Tapi kalaupun masuk TKA yang masuk itu, harus betul-betul steril dari virus corona,” katanya, di Konawe, Rabu (29/4).
Dirinya menjelaskan, keberlangsungan operasi PT VDNI di sisi lain memang sangat membantu pendapatan negara. Termasuk daerah yang meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun kata mantan Ketua DPRD Konawe ini, dirinya mengaku kecewa terhadap PT VDNI.
Ia mengungkapkan, selama pandemi, pihaknya sudah melayangkan surat pemintaan bantuan ke perusahaan tersebut, bahkan hingga ke negara asal perusahaan itu, yakni ke China.
Kery bahkan sempat komunikasi dengan Menko Kemaritiman terkait hal tersebut.
“Tapi sampai sekarang Pemda Konawe belum menerima bantuan dari perusahaan itu. Kemarin ada bantuan, tapi dari komunitas masyarakat Tionghoa. Dari VDNI ini belum ada,” ungkapnya.
Hal yang dikhawatirkan Kery terkait rencana kedatangan TKA adalah masuknya mereka secara diam-diam. Diam-diam yang dimaksud adalah masuk lewat jalur laut.
Menurutnya, kalau lewat jalur udara saat ini sudah tidak mungkin karena sudah ditahan dan dapat terdeteksi. Akan tetapi, beda halnya jika lewat jalur laut yang sulit terdeteksi. “Mudah-mudahan Danlanal ada pantau mereka ini,” harapnya.
Kery kembali menegaskan, pada dasarnya ia juga sangat peduli dengan perekonomian daerah. Terlebih selama dampak pandemi Covid-19, katanya sudah ada karyawan VDNI yang dirumahkan.
“Kita harus berpikir dan tidak boleh emosional. Harus menguntungkan kedua belah pihak,” ungkapnya. (rs)