Bupati Konut: Penyebab Banjir Bandang Bukan Karena Kerusakan Lingkungan
KENDARI - Bupati Konawe Utara Ruksamin menuturkan, banjir bandang yang datang menerjang sejumlah wilayah di kabupaten koanwe utara pada Sabtu kemarin, bukan disebabkan oleh kerusakan lingkungan, namun karena intensitas curah hujan yang tinggi.
Menurutnya, curah hujan yang turun di kabupaten konawe cukup tinggi selama dua hari terakhir, menyebabkan sejumlah sungai yang ada di kabupaten konawe utara meluap, hingga mengenangi pemukiman penduduk.
Tetapi lanjutnya, setelah dua jam mengenangi rumah warga, air kemudian berlahan menyusut kembali.
Diakuinya memang di kabupaten Konawe Utara merupakan daerah pertambangan, yang banyak dari wilayah di daerah tersebut telah diekspolitasi oleh pertambangan terbuka, namun hal itu bukan menjadi penyebab terjadinya banjir bandang yang datang pada dini hari itu.
"Jadi ini murni karena intensitas curah hujan yang cukup tinggi, bukan disebabkan karena kerusakan lingkungan dari aktifitas pertambangan yang ada di kabupaten Koanwe Utara," tuturnya, di Kendari.
Olehnya itu, lanjutnya, meski air sudah surut, namun dirinya tetap meminta seluruh warga di kabupaten Konawe Utara untuk tetap mewaspadai datangnya banjir.
Menurutnya, banjir bandang yang datang pada Sabtu itu merupakan siklus 18 tahunan. Dimana pada 18 tahun lalu, juga kejadian tersebut pernah terjadi. Ini siklus 18 tahunan itu, kembali terjadi pada Sabtu kemarin," sebutnya.
Dari peristiwa tersebut, lanjutnya, tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian material yang diderita warga tidak sedikit. "Kami inventarisir, untuk kerugian material yang dari barang-barang rumah tangga warga yang rusak seperti barang-barang elektronik dan lainnya, mencapai Rp 3,5 miliar. Ini belum termasuk hasil pertanian dan perkebunan, dan pupuk warga yang rusak terkena banjir," ujarnya.
Sampai saat ini, pihaknya terus melakukan penanganan pascabanjir dengan memberikan bantuan kepada warga. (ags)