konawe-raya

Pascabanjir Bandang, Warga Tetap Diminta Waspada  

Senin, 18 Juli 2016 | 10:47 WIB
Ketgam: Bupati Konut, Ruksamin saat melihat langsung situasi banjir di Andowia,

* Ruksamin : Kerugian Yang Baru Terhitung Ditaksir Rp 3,5 Miliar

WANGGUDU - Sejumlah wilayah di kabupaten Konawe Utara, mendadak digenangi banjir bandang  pada Sabtu (16/7).

Banjir yang diakibatkan meluapnya dua air sungai yang ada di wilayah Andowia, setelah intensitas hujan yang turun cukup lama, sejak Kamis lalu ini, menggenangi ratusan rumah di beberapa desa.

Banjir yang menggenang sebagian besar wilayah Konut ini, mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Pasalnya, warga  tidak mengetahui banjir akan menerjang, karena datangnya saat warga tengah tertidur pula, sebahagian besar barang-barang tak bisa diselematkan.

Kejadian air menggenang rumah warga ini terjadi pada diri hari sekitar pukul 03.30 Wita. Pada jam ini, warga masih terlelap tidur. Nanti setelah tergenang, warga baru menyadari air telah menggenangi rumah mereka.

Banjir kali ini terbilang cukup parah, karena air yang menggenangi rumah warga sangat tinggi. Paling tinggi sampai dilangit-langit rumah warga, sementara paling rendah sepinggang orang dewasa.

Banjir tersebut juga memutuskan jalan transsulawesi yang menuju ke Sulawesi Tenggah, dan mengenangi rumah dan tokoh bangunan disebelah hotel Oheo.

"Tapi banjir ini kita tidak duga terjadi subuh. Jadi kita tidak punya banyak waktu lagi menyelamatkan barang-barang kita," terang Aisya (40) warga Andowia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bakring Haruna, mengatakan, banjir melanda 43 desa di sembilan kecamatan di Konut. Banjir yang melanda Konut inipun sebagian besar disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi.

Adapun sembilan kecamatan itu, yakni kecamatan Andowia, kecamatan Asera, Andowia, Asera, Molawe, Lasolo, Wawolesea, Lasolo Kepulauan, Lamonawe, Langgikima dan Wiwirano. Total, ada 2.016 jiwa korban banjir.

Halaman:

Tags

Terkini